Pembunuhan Sadis di Muratara Pelakunya 2 Orang, Keponakan dan Kakak Kandung Korban

Pembunuhan sadis terhadap Ardeni (50) di Muratara terungkap. Pelaku ternyata tak hanya Keponakan tapi juga kakak kandung Korban.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Istimewa
Seorang pria bernama Ardeni alias Den (55 tahun) ditemukan tewas mengenaskan di Desa Jadi Mulya 1, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Polisi akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus pembunuhan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Korban bernama Ardeni alias Den bin M Awi (50 tahun), warga Dusun II Desa Karang Dapo I, Kecamatan Karang Dapo.

Polisi sudah menangkap Alek Sander bin Sohar (26 tahun), warga Dusun 3 Desa Jadi Mulya I, Kecamatan Nibung.

Alek Sander yang merupakan keponakan kandung korban sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut.

Polisi kemudian menangkap Sohar bin M Awi, warga Dusun 3 Desa Jadi Mulya I, Kecamatan Nibung.

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Penangkapan Pembunuh Paman di Muratara

Sohar yang merupakan kakak kandung korban akhirnya juga ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat dalam pembunuhan itu.

Alek Sander dan Sohar yang merupakan anak dan bapak ini sudah ditahan di Mapolres Muratara.

"Awalnya Sohar kita periksa sebagai saksi, setelah kita interogasi, dia mengakui ikut membunuh," kata Kepala Satreskrim Polres Muratara, AKP Dedi Rahmad kepada Tribunsumsel.com, Jumat (15/1/2021) sore.

Polisi belum bisa menjelaskan peran kedua tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut.

Polisi sudah mengamankan parang yang digunakan kedua tersangka untuk membacok leher korban.

"Untuk peran mereka masing-masing masih kami dalami, yang jelas tersangkanya cuma dua orang ini," jelas Dedi.

Sebelumnya diberitakan, polisi berhasil menangkap tersangka Alek Sander di Kota Lubuklinggau, Jumat (15/1/2021) siang.

Baca juga: Korban Pembunuhan di Muratara Tinggalkan 10 Anak, Ada yang Masih Balita, Ya Allah Kejam Nian

Alek Sander diringkus Tim Beruang Satreskrim Polres Muratara dan Unit Reskrim Polsek Nibung.

Awalnya polisi mendapat informasi bahwa terduga pelaku naik travel jurusan Nibung-Linggau.

Anggota langsung melakukan pengejaran ke Kota Lubuklinggau.

Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Depan Pintu Pondok

Polisi memastikan Ardeni alias Den bin M Awi (50 tahun) adalah korban pembunuhan.

Warga Dusun II Desa Karang Dapo I, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) itu tewas mengenaskan, Kamis (14/1/2021).

Den panggilannya, diduga dibunuh oleh keponakannya sendiri berinisial AX.

"Ini masih dugaan ya, diduga korban dibunuh oleh ponakannya sendiri, inisialnya AX," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Muratara, AKP Dedi Rahmad, Jumat (15/1/2021) pagi.

Dedi mengungkapkan, motif dari pembunuhan sadis ini diduga dilatarbelakangi masalah warisan.

Diketahui, korban menggarap tanah hak waris milik SH yang merupakan kakak kandung korban.

Sedangkan SH adalah bapak kandung dari AX, terduga pelaku pembunuhan.

"Untuk sementara motifnya diduga masalah warisan, dimana korban ini menggarap tanah hak waris milik bapak pelaku," kata Dedi.

Polisi sudah memeriksa beberapa saksi termasuk orangtua terduga pelaku.

Baca juga: Akhirnya Terkuak, Inilah Keponakan Bunuh Paman di Muratara, Sempat Kuliah di Palembang

Polisi kini masih terus mencari informasi keberadaan terduga pelaku.

"Pelaku masih kita cari keberadaannya, kita harapkan pelaku segera menyerahkan diri," harap Dedi.

Sebelumnya diberitakan, Ardeni ditemukan tewas mengenaskan pada Kamis (14/1/2021), sekitar pukul 15.00 WIB.

Mayat korban bersimbah darah dengan luka bacok di lehernya dan kepalanya nyaris putus.

Ardeni tergeletak di depan pintu pondok yang ditempatinya di KM 4 Desa Jadi Mulya 1, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara.

Korban pertama kali ditemukan oleh masyarakat kemudian dilaporkan ke Polsek Nibung Polres Muratara.

Korban langsung dibawa ke Puskesmas Nibung untuk dilakukan visum.

Kepala Desa Jadi Mulya 1, Gunardi mengatakan meski korban pembunuhan itu ditemukan di desanya, namun bukan warganya.

"Dia orang Karang Dapo, mencari nafkah di desa kami, kalau kata orang-orang dia kerjanya gesek kayu," ujar Gunardi..

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved