Breaking News:

Update Harga Karet Hari Ini

Harga Karet Hari Ini 7 Januari 2021, Kembali Turun Rp 50 per Kg, KKK 100 persen Rp 18.245 per KG

Harga karet hari ini turun Rp 50 per kg, dibandingkan indikasi karet hari Rabu 6 Januari 2021 untuk KKK 100 persen

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
tribunsumsel.com/khoiril
Update harga karet ini, 7 Januari 2021 turun Rp 50 per Kg. Harga KKK 100 Rp 18.245 per Kg. Gambar Ilustrasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sempat naik beberapa hari, kini harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali turun.

"Harga karet hari ini turun Rp 50 per kg, dibandingkan indikasi karet hari Rabu 6 Januari 2021 untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Rudi Arpian MSi, Kamis (7/1/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 6 Januari 2021 Rp 18.295 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Kamis (7/1/2021) untuk KKK 100 persen Rp 18.245 per kilogram (kg), artinya ada penurunan Rp 50 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 12.772 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 10.947 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.123 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.298 per kg.

"Diawal tahun 2021 harga karet sempat terkoreksi melemah, karena efek Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kemudian mulai terkoreksi kembali setelah perdagangan kembali berjalan normal," katanya.

Rudi menjelaskan, harga karet untuk KKK 100 persen di awal tahun ini diharapkan bertahan di kisaran Rp 18 ribuan per kg.

Ini adalah harga keseimbangan baru di masa pandemi covid-19 gelombang kedua. Jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan, khususnya supply dan demand di pasar Singapore Commodity Exchange.

Belum ada faktor yang dapat memicu kenaikan harga karet di awal tahun 2021 ini.

Di beberapa negara besar pertumbuhan ekonomi global belum memicu meningkatkan permintaan karet global.

Selain itu kondisi produksi di negara produsen utama masih belum pulih pasca cuaca ekstrem La Nina dan penyakit gugur daun pohon karet.

"Harga ini dapat saja berfluktuasi naik atau turun jika supply dan demand terganggu akibat harga minyak mentah dunia, dan nilai tukar rupiah. Faktor lain adalah pengaruh perubahan pertumbuhan ekonomi dunia, kondisi pasar otomotif serta adanya permainan spekulan pasar karet alam di bursa Singapore dan bursa Shanghai," katanya.

Ikuti Kami di Google

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved