Sosok 2 Terduga Teroris yang Tewas Ditembak Mati, Ikut Baiat ISIS 2015, 18 Orang Lainnya Ditangkap
Ke 20 orang itu, kata Merdisyam, merupakan jaringan kelompok teror pendukung Khilafah ISIS.
Laporan Wartawan Tribun Timur Muslimin Emba
TRIBUNSUMSEL.COM, MAKASSAR - Total 20 terduga teroris di Makassar ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam saat mendatangi lokasi penangkapan di Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bolurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (6/1/2021) pagi.
"Sebanyak 20 orang, dua di antaranya meninggal dunia karena melakukan perlawanan dengan inisial MR daj SA," kata Merdisyam, kepada wartawan.
Ke 20 orang itu, kata Merdisyam, merupakan jaringan kelompok teror pendukung Khilafah ISIS.
"Adapun keterlibatan dua orang yang meninggal, yang melakukan perlawanan tersebut. Bahwa kedua tersangka bersama jaringannya merupakan yang terpusat di Villa Mutiara merupakan jaringan JAD," ujarnya.
Lebih lanjut, Merdisyam mengatakan MR dan SA itu telah mengikuti baiat ISIS bersama ratusan orang lainnya pada 2015 silam.
"Bersama ratusan jamaah lainnya yang menyatakan baiat pada Khilafah atau ISIS pada tahun 2015 di Pondok Pesantren Al Ridho, pimpinan ustad Basri yang meninggal di Nusakambangan dalam kasus teror," bebernya.
Selain itu, kata Merdisyam, MR dan SA juga kerap melakukan kajian khusus Daulah.
"Kemudian juga melakukan kajian khusus pendukung Daulay di Villa Mutiara dan yayasan Al Ridho," terang Merdisyam.
Tidak hanya itu, keduanya beserta keluarga juga pernah bermaksud atau berupaya bergabung ISIS untuk ke Syuriah pada 2016.
"Namun berhasil dibatalkan atau digagalkan di bandara Soetta (Jakarta)," tuturnya.
Saat ini, jenazah MR dan SA sudah berada di ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.
Rencananya kedua jenazah akan diautopsi. (*)