Mengenal Sosok AKP Desy Aryanti, Banyak Pengalaman Bertemu Pengendara Sengaja Minta Tilang

Bertugas sebagai anggota kepolisian yang membidangi lalu lintas, bukanlah hal yang pertama bagi wanita yang memiliki nama AKP Desy Aryanti ini

Penulis: Ika Anggraeni | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Ika Anggraeni
Kasat Lantas Polres Muara Enim AKP Desy Aryanti 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM-Bertugas sebagai anggota kepolisian yang membidangi lalu lintas, bukanlah hal yang pertama bagi wanita yang memiliki nama AKP Desy Aryanti ini.

Ditemui Tribunsumsel.com di sela-sela kesibukannya, Selasa (29/12/2020), ibu dari dua orang anak ini mengaku, banyak merasakan asam manisnya tugas sebagai polisi lalu lintas.

"Karena sebagian karir saya banyak di lalu lintas jadi sebagian kenangan saya banyak di lalu lintas, ada suka dan duka,"

"Namun semuanya saya nikmatin saja," kata wanita yang saat ini diberi amanah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Muaraenim ini.

Dikatakannya, sebagai anggota Polwan yang bertugas di lapangan, kerap kali mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan.

"Kalau dulu yang paling sering itu banyak pengendara yang minta ditilang saat saya bertugas di lapangan, ada juga yang saat mau ditilang langsung kabur, dan ada juga yang cuma pura-pura mau nanya,"

"Maklum waktu itu masih gadis, jadi dimodusin pengendara minta tilang dan pura-pura nanya yang ujung-ujungnya mau ngajak kenalan, namun sebagai pelayan masyarakat, mendapati hal-hal seperti itu ya saya senyumin aja,"ungkap wanita yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres OI ini.

Tak hanya itu, bertugas dibidang lalu lintas, tentu saja tak bisa mengelak dengan urusan kecelakaan lalu lintas.

Kasatlantas Polres Ogan Ilir AKP Desy
AKP Desy  Aryanti (Tribun Sumsel/ M Ardiansyah)

"Jadi polisi Lalu lintas artinya kita harus siap 24 jam melayani masyarakat,apalagi kalau ada laka, kapan saja ada laka kita harus siap turun ke lapangan, pengalaman yang paling tidak bisa saya lupakan itu,"

"Pada saat saya bertugas di OI, saat itu ada laka lantas, yang kondisinya sudah hancur berkeping-keping, masyarakat ini terkadang tidak berani untuk memindahkan korban, jika ada laka karena menunggu kita sebagai anggota kepolisian ke lokasi,"

"Saat itu lakanya terjadi pukul 04.00 Wib, saya dan anggota langsung meluncur dan mengevakuasi tubuh korban keping demi keping," kata putri dari pasangan Abu sohan dan Hj Yamcik ini.

Dan lanjutnya, sebagai polisi, kita juga harus jeli dan melakukan identifikasi jika terjadi laka.

Sifatnya tidak hanya mau menunggu di ruangan saja, dan menyuruh anggota saja yang ke lokasi.

Jika ada laka, Desy selalu berusaha untuk turut datang ke lokasi kejadian dan membantu mengevakuasi jika ada korban.

"Karena itu adalah tugas kami sebagai Polisi Lalu Lintas,"kata anak bungsu dari 6 bersaudara ini.

Istri dari Harimansyah inipun mengaku sebagai anggota polisi lalu lintas tentunya ia harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

"Karena di lalu lintas inikan imagenya macam-macam,namun bagi saya yang paling penting adalah bagaimana bisa meningkatkan dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,"pungkas wanita yang lahir di Palembang, 17 Januari 1980 ini.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved