Komnas HAM Temukan 5 Bukti Kasus Penembakan 6 Laskar FPI, Tidak Ada Rumah Penyiksaan
Komisi Nasional Hak Asasi Manusian (Komnas HAM) menemukan lima bukti dari kasus penembakan enam Laskar FPI
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Komisi Nasional Hak Asasi Manusian (Komnas HAM) menemukan lima bukti dari kasus penembakan enam Laskar FPI.
Dari hasil penyelidikan, Komnas HAM tidak menemukan adanya rumah penyiksaan enam Laskar FPI.
Komnas HAM hari ini, Senin (28/12/2020) kembali menyampaikan perkembangan dan temuan sementara terkait kasus penembakan enam orang laksar FPI oleh aparat kepolisian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Komnas HAM menemukan lima barang bukti yang diambil dari tempat kejadian perkara (TKP).
Temuan pertama adalah tujuh proyektil peluru.
Namun, dari tujuh proyektil yang ditemukan, Komnas HAM hanya yakin pada enam proyektil peluru yang ditemukan.
Kemudian ditemukan empat selongsong, lalu serpihan dari badan mobil yang diduga muncul setelah ada peristiwa saling serempet.
Komnas HAM juga menemukan rekaman percakapan dan rekaman kamera CCTV jalan berkaitan dengan peristiwa penembakan tersebut.
Komisioner Komisi Perlindungan Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam mengatakan, pihaknya tidak menemukan rumah penyiksaan terkait informasi yang banyak beredar.
"Jadi saya pastikan bahwa Komnas HAM tidak pernah menemukan rumah tempat penyiksaan," kata Anam dalam konferensi pers yang ditanyakan Kompas TV, Senin (28/12/2020).
Anam mengatakan, hingga saat ini, pihaknya tengah menelusuri fakta terkait peristiwa penembakan enam orang laskar FPI tersebut.
Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi terkait adanya rumah penyiksaan terhadap enam anggota laskar FPI yang meninggal.
"Kami pastikan bahwa statement soal rumah penyiksaan itu tidak tepat dan tidak pernah kami sampaikan," ujarnya.
Rekaman CCTV
Komisioner Komisi Nasional Perlindungan Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan rekaman kamera CCTV dari PT Jasa Marga, terkait peristiwa penembakan 6 orang laskar Front Pembela Islam ( FPI) di jalan Tol Jakarta-Cikampek.