Fakta di Balik Pria Menikahi 2 Wanita Sekaligus, Keluarga Wanita Datang Bergantian Minta Menikahi

Sunan warga Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, mendapat restu dari orangtua dalam mempersunting dua gadis sekaligus

Editor: Wawan Perdana
Istimewa
Sunan menikahi dua wanita sekaligus di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel. Foto dan video ini viral di media sosial 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUBA-Sunan warga Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, mendapat restu dari orangtua dalam mempersunting dua gadis sekaligus.

Pesta pernikahan digelar secara meriah dengan hiburan orgen tunggal di Desa Talang Piase, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, Sabtu (25/12/2020).

Sudadi ayah dari Sunan mengatakan, merestui dan menerima keputusan anaknya menikahi dua wanita sekaligus.

Ia juga siap membantu perekonomian Sunan dalam beberapa waktu.

Sebenarnya Sudadi awalnya tidak menyangka si anak bungsu ini membuat keputusan demikian.

"Saya tidak tahu persis kejadiannya seperti apa, karena posisi saya lagi berada di Palembang pada saat itu," ungkapnya.

Dirinya pun siap ikut membantu perekonomian sang anak yang sehari-hari bekerja sebagai sopir ini.

Karena biar bagaimanapun selaku orangtua, Sudadi berharap pernikahan anaknya dengan kedua istrinya langgeng sampai anak cucu.

Serupa yang dikatakan Ripan, Paman dari Sunan. Pria yang juga menjabat sebagai sekretaris desa (Sekdes) ini pun membenarkan dan terpaksa dilakukan sesuai dengan adat dan aturan agama Islam.

"Proses awalnya kami bertandang ke orangtua Anggun lalu Vopi, kami pun diterima dengan baik," jawabnya.

Awalnya, pada beberapa bulan lalu orangtua Anggun mendatangi keluarganya dan meminta keponakannya untuk menikahi Anggun.

Namun Ripan menambahkan, keluarga masih pikir-pikir dulu karena Anggun masih sekolah SMA.

"Saat itu Anggun mengatakan tidak akan melanjutkan sekolah lagi. Makanya kami setujui pernikahannya," jelasnya.

Namun pada hari yang sama, berselang beberapa jam dari kedatangan keluarga Anggun, keluarga Vopi pun datang dan meminta Suan untuk menikahi Vopi juga.

Akhirnya keluarga Sunan memberikan jalan keluar terbaik agar semuanya bisa terlaksana.

"Setelah bermusyawarah dengan dua keluarga, kami sepakat untuk menikahkan Sunan dengan keduanya," tegasnya.

Sementara itu, Sunan yang hendak ditemui sedang tidak berada di rumah kedua istrinya karena sedang bekerja.
Sedangkan Istri Sunan selanjutnya yaitu Vopi yang tinggal tak jauh dari rumah Anggun juga tidak dapat ditemui karena sedang pergi.

Perkenalan dengan Anggun

Acara pernikahan di Desa Talang Piase, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, Sabtu (25/12/2020), viral di media sosial Facebook dan Instagram.

Gara-garanya, sosok pria itu naik pelaminan bersama dua wanita.

Pernikahan seorang pria dengan dua wanita ini membuat heboh warganet.

Pria itu diketahui bernama Sunan, sedangkan dua istrinya bernama Anggun Andini dan Vopi Anggraini.

Video berdurasi 30 detik dan 7 detik pernikahan ini menyebar dengan cepat.

Wartawan Tribun Sumsel-Sriwijaya Post berkesempatan mewawancarai langsung seorang pengantin wanita bernama Anggun.

Saat dijumpai di rumahnya, wanita yang baru berusia 18 tahun ini menjelaskan, semua ini sudah jalan takdirnya menikah bersama madunya dalam acara resepsi yang sama.

"Saya sudah 3 bulan pacaran dengan Sunan, dan kenalnya lewat Whatsapp. Pertemuan pertama kami saat Suan datang ke rumah ngajak jalan," ujarnya.

Di mata Anggun, Sunan merupakan sosok pria baik dan perhatian.

Bahkan Anggun mengakui jika dia sudah tahu Sunan punya pacar yaitu Vopi.

Namun keinginan menikah dengan lelaki yang dicintainya itu juga sangat besar.

"Awalnya saat mengabari orangtua kami mau menikah, orangtua saya terkejut dan sempat dilarang. Tapi saya tetap mau menikah," ujarnya.

Ia mengaku selama ini belum pernah bertemu dengan Vopi.

Baru mengetahui saat akan menikah.

Namun karena besarnya rasa cinta Anggun terhadap kekasihnya, Sunan, pernikahan pun tak dapat diurungkan lagi.

Ia rela berbagi suami dengan Vopi.

Saat ini ia harus membagi jadwal bersama madunya, dan sesuai kesepakatan setiap dua hari bergantian.

"Sekarang tinggal terpisah dengannya (Vopi). Dan memang tidak ada niat mau tinggal seatap," ungkapnya.

Tak Tercatat di KUA

Terkait pernikahan satu pria dengan dua wanita sekaligus di desa Talang Piase, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Lawang Wetan Muba Mustar Lutfi membenarkan, adanya pernikahan seorang pria dengan dua wanita sekaligus.

Dirinya juga baru sebatas mengkonfirmasi via telepon dengan Sekretaris Desa (Sekdes).

"Kalau info dari Sekdes, prianya dari dari daerah kita (Lawang Wetan) dan wanitanya dari Sungai Keruh. Saya juga tahu dari media sosial, dan langsung menelpon Sekdes di sana," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Kendati demikian, dirinya mengaku pernikahan tersebut tidak tercatat di KUA Lawang Wetan.

"Sepengetahuan saya tidak ada catatan pernikahan viral tersebut. Mungkin tercatat di KUA Sungai Keruh," terangnya.

Terkait pernikahan 1 pria dengan dua wanita sekaligus ini, menurutnya dalam sisi agama sah-sah saja asalkan memenuhi syarat yang ditentukan agama.

"Namun secara negara, harus melalui beberapa tahapan dahulu. Salah satunya izin dari istri pertama. Jadi tidak boleh langsung," ungkapnya.

Senada yang diungkapkan kepala KUA kecamatan Sungai Keruh, Sidik Nurdiansyah.

Dirinya mengaku tidak ada catatan atas pernikahan dari video viral yang menikahi dua wanita sekaligus.

Artinya, ketiganya bisa jadi melakukan pernikahan bawah tangan.

"Kalaupun harus menikah dua kali, maka harus ada izin dari istri pertama," jelasnya.

Serupa yang diungkapkan Camat Lawang Wetan, Candra. Dirinya membenarkan prihal pernikahan tersebut.

"Kades sudah berkoordinasi dengan saya tentang pernikahan tersebut. Dan memang benar ada dua pengantin wanitanya," ungkapnya.

Sementara itu, Piran, paman seorang mempelai perempuan mengungkapkan bahwa akad kedua mempelai telah dilaksanakan sekitar bulan September dan Oktober pada dua tempat berbeda.

Pernikahan tersebut dilaksanakan ketiganya atas saling mencintai tidak ada alasan lain.

“Mereka sudah saling mencintai, kita selaku paman hanya bisa merestui mereka. Masalah ke depannya nanti tinggal mereka yang menjalani, akad nikah mereka sudah dilaksanakan pada September dan Oktober lalu,” ungkapnya. (SP/ Fajeri)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved