Mengenang Aksi Riyanto Banser, Meninggal Oleh Ledakan Bom saat Menjaga Gereja 20 Tahun Lalu
Aksi heroik Riyanto 20 tahun lalu masih dikenang. Namanya menjadi trending penelurusan Google dan trending topik Twitter, Jumat (25/12/2020)
Ledakan di Gereja Eben Haezar terjadi dua kali.
Menurut Steven, pengurus gereja tersebut, kebaktian usai kira-kira pukul 19.30 WIB.
Beberapa saat setelah kebaktian usai, seorang anggota Banser menemukan tas berisi bom di depan gereja.
Tas tersebut diletakkan di boks telepon umum.
Tas ini kemudian dibuang oleh Riyanto ke selokan di seberang Gereja Eben Haezar.
Saat dibuang, bom dalam tas tersebut meledak hingga menyebabkan Riyanto tewas.
Tubuhnya terlempar puluhan meter ke belakang gereja.
Selain Riyanto, dua korban lain akibat ledakan di depan Gereja Eben Haezar luka-luka.
Para pengurus gereja lalu mencurigai sebuah tas tanpa pemilik yang masih tergeletak di dalam gereja.
Menurut Steven, tas tersebut lalu dilempar ke selokan yang sama.
Kurang dari lima menit kemudian terjadi ledakan lagi, namun ledakan kedua ini lebih kecil kekuatannya dibanding ledakan pertama.
Kepergian Riyanto itu pun terus dikenang hingga saat ini.
Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur bahkan menyebut Riyanto sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan.
"Riyanto telah menunjukkah diri sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan. Semoga dia mendapatkan imbalan sesuai pengorbanannya," kata Gus Dur, dikutup dari laman resmi NU.
Namanya juga dijadikan sebagai nama jalan di Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, dikutip dari Harian Kompas, 30 Januari 2015.
Pemerintah Kota Mojokerto juga membangun gapura megah di Jalan Riyanto itu.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trending di Twitter, Mengenang 20 Tahun Kepergian Riyanto"