Berita Palembang

Tekan Lonjakan Harga Sembako, Dinas Perdagangan Sumsel Adakan Pasar Murah di Palembang, Ini Lokasi

Untuk tekan lonjakan harga sembako saat libur, Dinas Perdagangan Sumsel adakan pasar murah di Palembang, ini lokasinya.

Penulis: Hartati | Editor: Vanda Rosetiati
Istimewa.
Untuk menekan kenaikan harga Dinas Perdagangan Sumsel akan menggelar pasar murah di Palembang. Foto ilustrasi, diambil sebelum Pandemi Covid-19. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Untuk tekan lonjakan harga sembako saat libur, Dinas Perdagangan Sumsel adakan pasar murah di Palembang, ini lokasinya.

Menjelang akhir tahun harga sejumlah kebutuhan pokok mulai naik seperti menjadi tradisi saat menyambut lebaran.

Harga naik itu yakni telur ayam ras mencapai Rp 26 ribu per kilo dari semula Rp 22 ribu per kilo. Harga telur ayam ini naik perlahan setiap minggu sekitar Rp 2 ribu dan saat ini mencapai harga tertinggi setelah sebelumnya pernah dipatok di bawah Rp 20 ribu per kilo.

Harga jual telur ayam ras pada pengecer jauh lebih mahal bahkan mencapai Rp 28-30 ribu per kilo karena biasanya pembeli membeli dalam jumlah kecil yakni 1/4 kg sehingga lebih mahal harganya.

"Biasa kalau Natal dan Tahun Baru harga sembako naik, modalnya naik jadi harga jual juga menyesuaikan," ujar Iwan, pedagang sembako, Senin (21/12/2020).

Dia mengatakan selain harga mahal saat menjelang akhir tahun, permintaan telur juga naik karena tadinya pandemi dilarang ada hajatan atau keramaian dan sekarang sudah diizinkan ada hajatan sehingga permintaan itu banyak saat akhir pekan membuat harga ikut naik.

Baca juga: Sidang Perdana Kasus Suap Casis Bintara Polda Sumsel TA 2016, Terdakwa Oknum Pamen Pangkat AKBP

Baca juga: Update Harga Karet Hari Ini, Naik Rp 307 Per Kg

Baca juga: Lirik Lagu untuk Hari Ibu, Syair Digubah dari Status Media Sosial, Bikin Mewek, Klik di Sini

Selain harga telur naik, harga sayur mayur juga ikut naik misalnya cabai.

Harga cabai kini menyentuh Rp 60 ribu per kilogram untuk cabe jenis cabe rawit setan yang kerap digunakan untuk membuat sambal ayam geprek.

Cabai rawit biasa dihargai Rp 50 ribu per kilo, cabe keriting juga dihargai Rp 50 ribu per kilo.

Harga kol biasanya dihargai Rp 5-6 ribu per kilo kini naik menjadi Rp 10 ribu per kilo. Harga ayam ras juga naik mencapai Rp 34 ribu per kilo. Sementara itu harga ikan segar tetap stabil dikisaran Rp 20 ribuan untuk jenis ikan air tawar dan ikan laut.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Sumsel,Iwan Gunawan Syaputra, mengatakan Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang akan mengelar pasar murah untuk menekan lonjakan harga yang sering terjadi ketika memasuki hari libur.

"Biasanya menjelang hari libur harga-harga kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) naik tapi kenaikannya masih dalam tahap wajar dan inilah cara kita untuk menekan harga-harga sembako di pasaran," ujarnya.

Pasar murah akan digelar di empat lokasi yaitu di Kecamatan Sako, Sukarami, Alang-alang Lebar dan halaman Kantor Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel.

Dalam menggelar pasar murah tersebut, Dinas Perdagangan provinsi Sumsel bekerjasama dengan beberapa instansi seperti Bulog, CV. Mekar Abadi, Alfamart, Indomaret, Bogasari, Pasar Tani, Ciomas, Nugget dan lainnya.

"Produk yang akan dijual dalam pasar murah nanti yakni sembako seperti gula, tepung terigu, minyak goreng, mie goreng, daging, sayur-sayuran, buah-buahan dan lain-lain," jelas Iwan.

Iwan menambahkan, harga yang sembako yang dijual di pasar murah tersebut sesuai sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang disarankan. 

Ikuti Kami di Google

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved