Breaking News:

Nasabah Jiwasraya Asal Palembang Tuntut Pengembalian Premi, Berulangkali Ajukan Klaim Tapi Ditunda

Seorang nasabah Jiwasraya, Tia berharap premi pendidikan yang rutin dia bayar sejak 9 tahun lalu

TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Kantor Jiwasraya Palembang di Jalan Sudirman km 3,5 pahlawan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seorang nasabah Jiwasraya, Tia berharap premi pendidikan yang rutin dia bayar sejak 9 tahun lalu bisa dicairkan karena membutuhkan uang untuk biaya pendidikan anaknya saat ini.

Apalagi di masa pandemi ini dia berharap uang itu ada karena saat ini dia juga tengah membutuhkan biaya lebih akibat terdampak pandemi.

Tia menceritakan membeli polis untuk tabungan pendidikan anaknya.

Awalnya saat anak akan masuk Sekolah menengah Pertama (SMP) premi dibayar dan lancar, namun belakangan karena adanya kasus tersebut dia khawatir preminya yang harusnya cair tahun ini belum juga cair karena Jiwasraya tersandung kasus korupsi.

"Sudah berapa kali mengajukan klaim masih ditunda juga karena katanya mengajukan klaim dan segala urusan sekarang di Jakarta bukan lagi di Palembang," ujarnya, Rabu (16/12/2020).

Kantor Jiwasraya Palembang juga tempat sepi hanya ada petugas keamanan dan beberapa pegawai saja.

Tidak ada satupun pimpinan dan pegawai yang mau dimintai keterangan terkait kejelasan nasib nasabahnya dengan alasan semua kebijakan dan statement sekuanhruabsatu pintu dari pusat karena pengajian klaim juga sudah terpusat.

Dikutio dari Kompas, Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak cepat untuk menelusuri berbagai aset terkait kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dari situ, aset kemudian disita untuk mengganti kerugian negara dalam kasus Jiwasraya.

Hingga saat ini, nilai aset yang telah disita oleh penyidik Kejagung ditaksir melebihi Rp 17 triliun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono menyebut, nilai aset tersebut baru berdasarkan perhitungan penyidik tanpa melibatkan tim appraisal (penilai) independen serta lembaga yang berwenang menghitung nilai aset.

Sehingga, membuka kemungkinan nilai aset atau barang bukti berubah jadi belum bisa dipastikan berapa besarannya.

Terlebih, perhitungan nilai aset cenderung berubah karena mempertimbangkan kondisi ekonomi.

Aset sitaan tersebut berasal dari enam tersangka serta rekening efek yang diblokir kejaksaan karena diduga terkait Jiwasraya.

Untuk aset tersangka yang berada di luar negeri masih terus dilacak.

Disclaimer : Hingga berita ini diturunkan Tribun Sumsel masih berusaha meminta konfirmasi dari Kantor Jiwasraya Palembang 

Penulis: Hartati
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved