Breaking News:

Tingkatkan Daya Saing SDM, Poltekpar Palembang Gelar Uji Kompetensi

Politeknik Negeri Pariwisata (Poltekpar) Palembang menggelar uji kompetensi untuk meningkatkan kualitas SDM mahasiswa

Editor: Wawan Perdana
Poltekpar Palembang
Poltekpar Palembang ingin tingkatkan kualitas SDM bagi mahasiswa dengan menggelar uji kompetensi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Politeknik Negeri Pariwisata (Poltekpar) Palembang menggelar uji kompetensi untuk meningkatkan kualitas SDM mahasiswa.

Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi berdaya saing tinggi.

Beberapa mahasiswa semester atas di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) ikut berpartisipasi dalam uji kompetensi pada di kampus Poltekpar Palembang.

Lembaga yang menggelar uji kompetensi merupakan LSP dari STP NHI Bandung bersama LSP Poltekpar Palembang.

Zulkifli Harahap, Direktur Poltekpar Palembang, mengatakan, ini menjadi satu rangkaian program kampus untuk meningkatkan kualitasi SDM pariwisata.

Dengan mengikuti uji kompetensi itu, mahasiswa memiliki standar mutu dalam profesinya dan bersertifikat.

“Ini menjadi satu rangkaian program kampus untuk meningkatkan kualitasi SDM pariwisata. Dengan mengikuti uji kompetensi itu, mahasiswa memiliki standar mutu dalam profesinya dan bersertifikat,”
kata Zulkifli.

Zulkifli juga menjelaskan, Kemenpar melalui Poltekpar Palembang memiliki jurus 3C; Curriculum, Certification, dan Center of Excellence. Untuk bisa memiliki daya saing, Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTN-P) seperti Poltekpar Palembang juga ditegaskannya harus memiliki kurikulum yang berstandar global.

“Lulusan, dosen, dan institusinya harus disertifikasi oleh lembaga global dan prestisius. Dan setiap PTN-P itu harus mampu memainkan peran sebagai pusat-pusat keunggulan atau center of excellence untuk bidang spesialisasinya masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Zulkifli menjelaskan, Menteri Pariwisata Wishnutama, selalu mengingkatkan agar SDM pariwisata, khususnya mahasiswa, harus meningkatkan kompetensi hingga berstandar internasional jika ingin menjadi pemain tingkat global.

“Mulainya dari sini, mengikuti uji kompetensi dan tersertifikasi. Kalau kita punya SDM pariwisata mumpuni, maka kita akan mudah ‘menyerang’ dengan mengekspor SDM ke negara lain. Tapi sebaliknya, kalau tidak maka mereka akan membanjiri pasar tenaga kerja Indonesia,” pungkasnya. (rel)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved