Disindir Karni Ilyas, Fadli Zon Mendadak Langsung Terdiam, Waketum Gerindra Tak Bisa Mengelak Lagi

Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon disindir Karni Ilyas ketika membahas kasus Edhy Prabowo.Momen ini terjadi saat acara Indonesian Lawyers Club (

Tayang:
Editor: Moch Krisna
Capture YouTube Najwa Shihab
Anggota DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon meminta jangan menjadikan Covid-19 sebagai kambing hitam, dalam acara Mata Najwa, Rabu (24/6/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon disindir Karni Ilyas ketika membahas kasus Edhy Prabowo.

Momen ini terjadi saat acara Indonesian Lawyers Club ( ILC) yang tayang di TV One pada Selasa (8/12/2020).

Karni Ilyas terang-terangan memberikan pertanyaan kepada Fadli Zon yang tak hadir dalam acara ILC saat membahas Edhy Prabowo.

Fadli Zon pun membeberkan alasannya tak hadir ILC saat membahas penangkapan Edhy Pabowo.

Hal itu tampak pada acara ILC yang tayang pada Selasa (9/12/2020).

Sindiran Karni Ilyas itu membuat Fadli Zon bingung untuk mengelak.

Mulanya, politikus Gerindra itu meminta maaf kepada Karni Ilyas karena terlambat hadir.

Fadli Zon lantas bicara soal kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) yang menjadi tema ILC malam itu.

Tema itu diambil lantaran nama Menteri Sosial Juliari P Batubara diduga menerima Rp 17 miliar dari bansos Covid-19 tersebut.

Fadli Zon mengaku ia mendukung bantuan BLT karena saat ini masyarakat terdampak covid-19.

"Saya kira BLT itu memperkecil ruang untuk korupsi karena langsung diterima oleh yang berhak. Ini juga merupakan penanganan covid-19 secara langsung karena ekonomi juga terdampak," beber Fadli Zon.

Namun Fadli Zon menyayangkan pemerintah justru mengambil keputusan pembagian sembako untuk bansos covid-19.

"Situasi ini sangat luar biasa apalagi di tengah pandemi covid-19, leading sector yang bertugas Menteri Kesehatan dan Menteri Sosial, maka terjeratnya Kemensos dalam korupsi dana bansos, saya kira ini kesempurnaan dari carut marutnya penanganan Covid-19," ujar Fadli.

Fadli Zon menilai, dari awal sudah ada kesempatan untuk mengambil dana tersebut saat mengelolanya.

"Kesempatan itu bisa membuat orang menjadi maling, apalagi ini gak cuma kesempatan tetapi monopoli, kapabilitas dan sebagainya. Itu yang munculkan orang untuk lakukan korupsi."

Fadli Zon lalu membeberkan jika di saat seperti ini transparasi dana sangat sulit karena dikejar waktu.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved