Rocky Gerung: Jokowi Berhasil Menjadi Kepala Keluarga, Komentari Gibran & Bobby Unggul di Pilkada

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Rocky Gerung dengan nada sindiran memberikan selamat kepada Jokowi

Kolase YouTube/Rocky Gerung Official/Sekretariat Presiden
Pengamat Politik Rocky Gerung (kiri) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) (kanan). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Anak dan menantuPresiden Joko Widodo (Jokowi) mampu unggul di Pilkada Serentak 2020.

Berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count, Gibran Rakabuming Raka unggul telak di Pilkada Solo dan Bobby Nasution yang juga menang di Pilkada Medan.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Rocky Gerung dengan nada sindiran memberikan selamat kepada Jokowi.

Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution dikabarkan akan maju dalam Pilkada 2020.
Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution dikabarkan akan maju dalam Pilkada 2020. (Instagram @ayanggkahiyang & @gibran_rakabuming)

Hal itu terbukti mampu memberikan pengaruh sehingga Gibran dan Bobby akan menjadi kepala daerah di Solo dan Medan.

"Ada yang berbahagia karena dua kepala daerah baru ada di dalam satu keluarga, itu keluaga Presiden Jokowi," ujar Rocky Gerung.

"Gibran yang terpilih secara sangat mutlak dan juga ada saudara Bobby di Medan," imbuhnya.

Rocky Gerung lantas menyinggung soal peristiwa tewasnya enam simpatisan Front Pembela Islam (FPI) pengikut Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Seperti yang diketahui, enam simpatisan FPI tewas tertembak oleh anggota kepolisian setelah diduga menyerang polisi di Jalan Tol Jakarta Cikampek Kilometer 50 pada Senin (7/12/2020).

Namun dari pihak FPI tidak membenarkan kronologi yang disampaikan oleh kepolisian tersebut.

Menurutnya, di tengah peristiwa kelam tersebut, Jokowi tengah mendapat kabar baik dan merayakan hasil Pilkada 2020.

"Jadi kita melihat dua kontras, ada peristiwa di KM 50 dan ada kegembiraan politik di istana," kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung menyebut Jokowi hanya berhasil sebagai kepala keluarga, namun tidak sebagai kepala negara.

"Orang menganggap bahwa Presiden Jokowi memang berhasil untuk menjadi kepala keluarga yang baik yaitu mampu mengurus keluarganya sehingga kekuasaan bisa diwariskan," ungkapnya.

"Tetapi dia gagal sebagai kepala negara karena sampai sekarang tidak ada ucapan terhadap peristiwa KM 50," imbuhnya.

"Saya apresiasi kemampuan Pak Jokowi, dia sukses untuk mengakumulasi kekuasaan, tetapi gagal mendistribusikan keadilan," pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved