Kisah Wanita Muda Penderita HIV AIDS yang Terpapar Covid-19, Begini Keadaannya Sekarang

Kisah Wanita Muda Penderita HIV AIDS yang Terpapar Covid-19, Begini Keadaannya Sekarang

Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Kolase
Ilustrasi 

Bahkan Putri juga tidak dibolehkan meminum obat HIV/AIDS dari dokter. 

"Suami saya lebih suka minum herbal. Saya juga tidak boleh minum obat dari dokter.

Akhirnya saya pun minum dengan sembunyi-sembunyi," ujarnya. 

Sekitar sembilan tahun lalu, suami Putri akhirnya meninggal dunia.

Ia meninggal karena penyakit lain yang menyerang, karena pertahanan tubuhnya sudah tidak kuat lagi diserang HIV/AIDS. 

Putri akhirnya menjalani hidup dengan dua anaknya.

Karena kurangnya informasi sebelumnya tentang HIV AIDS, anak pertama Putri juga terkena penyakit tersebut.

Namun untuk anak kedua negatif, karena Putri sudah banyak belajar dan memperbanyak informasi tentang HIV AIDS

"Untuk anak pertama saya dulu tidak tahu. Saya juga memberikan ASI.

Ternyata anak pertama saya positif. Kemudian untuk anak kedua, saya banyak belajar.

Seorang ibu hamil tidak boleh melahirkan normal, harus caesar.

Kemudian juga tidak boleh ASI, anak juga diberi pencegahan selama 6 minggu, kemudian diusia 18 bulan baru dicek," jelasnya. 

Anak sulung Putri, sekarang juga rutin minum obat, sama seperti Putri, setiap 12 jam sekali.

Putri juga memasang alarm pengingat sejak awal minum obat sampai sekarang.

Untuk jam 7 pagi dan jam 7 malam. 

"Itu minum obatnya tidak boleh putus, harus rutin setiap hari, dan konsumsi obat HIV AIDS kan memang harus seumur hidup.

Jangankan putus, terlambat saja tidak boleh.

Makanya saya selalu pakai alarm sampai sekarang," ujarnya. 

Kepada anak sulungnya yang sudah SD tersebut, Putri mengatakan obat yang dikonsumsinya tersebut merupakan vitamin untuk menguatkan tubuh.

Namun sebagaimana saran dari layanan di rumah sakit, hal tersebut nantinya tetap harus disampaikan kepada anak ketika anak sudah masuk SMP nantinya. 

Kepada rekan yang juga ODHA, Putri berpesan, agar segera bangkit, dan mulai membuka diri.

Hidup harus dijalani dengan semangat, dan terus rutin minum obat.

Terbuka kepada keluarga, karena keluarga merupakan penyemangat. 

"Memang berat awalnya. Saya juga tidak berani dulu untuk terbuka kepada keluarga.

Tapi saya tidak bisa tahan, dan akhirnya saya terbuka. Keluarga yang menjadi penyemangat kita," imbuhnya. 

Saat ini Putri juga sangat bersyukur, karena virus HIV AIDS ditubuhnya nyaris tidak ditemukan lagi setelah beberapa kali pengecekan.

Namun ia tidak mau lepas begitu saja dengan obat, karena tetap jaga kalau virus tersebut masih ada. 

"Sekarang nyaris tidak ada lagi virusnya. Tapi saya tetap minum obat.

Yang namanya virus, bisa saja bersembunyi di tubuh, kemudian menyebar lagi, saya tetap minum obat selalu," tuturnya. (Tribun Pekanbaru/Alexander) 

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Kisah Perjuangan Ibu Muda Pengidap HIV AIDS Sembuh dari Covid-19, Minum Vitamin-Jogging dan Aerobik, https://pekanbaru.tribunnews.com/2020/12/01/kisah-perjuangan-ibu-muda-pengidap-hiv-aids-sembuh-dari-covid-19-minum-vitamin-jogging-dan-aerobik?page=all.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved