Kisah Wanita Muda Penderita HIV AIDS yang Terpapar Covid-19, Begini Keadaannya Sekarang

Kisah Wanita Muda Penderita HIV AIDS yang Terpapar Covid-19, Begini Keadaannya Sekarang

Tayang:
Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Kolase
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kisah seorang wanita muda yang menderita HIV AIDS namun akhirnya terpapar Covid-19.

Menjalani hidup bagi seorang Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) memang tidak mudah.

Terutama dimasa pandemi Covid-19 saat ini, menjaga imunitas agar terus kuat sangat penting.

Mereka harus berjuang ekstra agar kondisi tubuh selalu fit.

Sebut saja Putri, salah seorang ODHA di Pekanbaru yang harus berjuang menjaga tubuhnya dari berbagai serangan virus.

Selain berupaya agar tetap terus fit sebagai seorang ODHA, ia juga harus menjaga diri agar tidak tertular dari virus corona yang sampai saat ini masih merebak, termasuk di Pekanbaru. 

Namun walau telah berupaya, Putri tetap terkontaminasi dan tertular virus Covid-19.

Mengetahui dirinya positif, Putri tidak mau panik dan terus menjaga agar dirinya tidak stres.

Apalagi kondisi tersebut tidak terlalu membuatnya sakit parah.

"Awalnya saya hanya merasa flu biasa. Kemudian penciuman dan indra perasa saya hilang. Saya tidak mau abai.

Saya kemudian ke dokter, lalu dokter menganjurkan untuk lakukan swab test.

Setelah swab, saya dinyatakan positif Covid-19.

Tapi saya tidak mau panik dan stres, karena saya sadar, stres justru akan membuat saya semakin drop.

Saya ditawarkan untuk lakukan isolasi, tapi saya meminta untuk lakukan isolasi mandiri karena kebetulan saya sendiri di kosan," kata Putri kepada Tribun, Senin (30/11/2020).

Selama manjalani isolasi mandiri, Putri yang merupakan ibu muda ini sangat menjaga protokol kesehatan.

Ia juga masih tetap terus rutin meminum obat HIV AIDS setiap hari, dan tidak lernah putus.

Setelah isolasi, Putri kembali lakukam swab, dan kini ia dinyatakan negatif.

"Ini juga penting saya ingatkan kepada setiap ODHA, agar jangan panik ketika tahu positif.

Terus minum obat HIV secara rutin setiap hari, jangan putus.

Karena sebagai ODHA, kita tetap harus minum obat seumur hidup.

Tubuh kita rentan, ditambah lagi ancaman virus Covid-19 yang mesti kita lawan," imbuh Putri.

Selain itu, Putri juga rutin minum vitamin setiap hari.

Sejak tahu ia positif, asupan vitamin menjadi tambahan yang harus ada, selain mengkonsumsi buah-buahan, dan makanan bergizi lainnya.

"Saya juga rajin olahraga sekarang, seperti jogging dan melakukan aerobik.

Sekarang Alhamdulillah saya dinyatakan negatif, dan sekarang saya sangat memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.

Diakui Putri, saat positif Covid-19, tubuhnya cukup lemah dan tidak seperti biasanya.

"Menyapu saja terasa lelah tubuh kita, makanya harus sangat berhati-hati, terutama ODHA yang belum terkena Covid-19, harus jaga protokol kesehatan yang ketat, selalu memakai masker, selalu cuci tangan, selalu jaga jarak dan lainnya," tuturnya.

Putri merupakan seorang ibu rumah tangga muda, cantik, ramah, dan murah senyum.

Saat ini ia beraktivitas di Pekanbaru, dan anak-anaknya bersama orangtuanya di Duri.

Namun demikian, bagi Putri sudah tidak mau terus terpuruk, menyerah, dan pasrah dengan keadaan.

Buktinya, saat ini ia menjalani hidup dengan semangat, tidak mengeluh, dan ia juga bisa bergaul seperti biasa. 

Namun diakui Putri, saat awal mengetahui dirinya terkena HIV/AIDS, ia sempat down, dan tidak tahu harus berbuat apa.

Apalagi sejak dulu wanita berhijab ini cukup menjaga pergaulannya. 

Namun siapa sangka, penyakit tersebut ditularkan oleh almarhum suaminya, yang sebelumnya memiliki masa lalu yang cukup kelam, yang tidak ia ketahui.

Suaminya pun tidak berterus terang tentang penyakitnya. 

"Almarhum suami saya menyembunyikan penyakitnya dari saya.

Tanpa saya sadari, ternyata saya juga positif HIV/AIDS.

Saya mengetahui hal tersebut ketika hamil 4 bulan," ulas Putri.

Diceritakan Putri, sejak awal menikah hingga mengetahui penyakit tersebut, ia sama sekali tidak merasakan gejala apapun dalam dirinya.

Hanya saja, berat badannya tidak pernah naik.

Namun ia tidak curiga sedikitpun akan terjangkit HIV/AIDS. 

"Ketika itu suami saya sudah sering keluar masuk rumah sakit, dengan keluhan sakit di bagian kepala.

Suatu kali saat menemani suami ke rumah sakit, ketika itu saya menunggu di luar, saya didatangi orang layanan, kemudian dari situ saya tahu penyakit suami saya, dan orang layanan minta saya cek, di situlah saya baru tahu," imbuhnya. 

Suami Putri termasuk ODHA yang tidak bisa menerima statusnya.

Putri tidak dibolehkan bertemu dan bertukar pikiran dengan rekan-rekan ODHA lainnya, ataupun dengan lembaga yang mendukung ODHA.

Bahkan Putri juga tidak dibolehkan meminum obat HIV/AIDS dari dokter. 

"Suami saya lebih suka minum herbal. Saya juga tidak boleh minum obat dari dokter.

Akhirnya saya pun minum dengan sembunyi-sembunyi," ujarnya. 

Sekitar sembilan tahun lalu, suami Putri akhirnya meninggal dunia.

Ia meninggal karena penyakit lain yang menyerang, karena pertahanan tubuhnya sudah tidak kuat lagi diserang HIV/AIDS. 

Putri akhirnya menjalani hidup dengan dua anaknya.

Karena kurangnya informasi sebelumnya tentang HIV AIDS, anak pertama Putri juga terkena penyakit tersebut.

Namun untuk anak kedua negatif, karena Putri sudah banyak belajar dan memperbanyak informasi tentang HIV AIDS

"Untuk anak pertama saya dulu tidak tahu. Saya juga memberikan ASI.

Ternyata anak pertama saya positif. Kemudian untuk anak kedua, saya banyak belajar.

Seorang ibu hamil tidak boleh melahirkan normal, harus caesar.

Kemudian juga tidak boleh ASI, anak juga diberi pencegahan selama 6 minggu, kemudian diusia 18 bulan baru dicek," jelasnya. 

Anak sulung Putri, sekarang juga rutin minum obat, sama seperti Putri, setiap 12 jam sekali.

Putri juga memasang alarm pengingat sejak awal minum obat sampai sekarang.

Untuk jam 7 pagi dan jam 7 malam. 

"Itu minum obatnya tidak boleh putus, harus rutin setiap hari, dan konsumsi obat HIV AIDS kan memang harus seumur hidup.

Jangankan putus, terlambat saja tidak boleh.

Makanya saya selalu pakai alarm sampai sekarang," ujarnya. 

Kepada anak sulungnya yang sudah SD tersebut, Putri mengatakan obat yang dikonsumsinya tersebut merupakan vitamin untuk menguatkan tubuh.

Namun sebagaimana saran dari layanan di rumah sakit, hal tersebut nantinya tetap harus disampaikan kepada anak ketika anak sudah masuk SMP nantinya. 

Kepada rekan yang juga ODHA, Putri berpesan, agar segera bangkit, dan mulai membuka diri.

Hidup harus dijalani dengan semangat, dan terus rutin minum obat.

Terbuka kepada keluarga, karena keluarga merupakan penyemangat. 

"Memang berat awalnya. Saya juga tidak berani dulu untuk terbuka kepada keluarga.

Tapi saya tidak bisa tahan, dan akhirnya saya terbuka. Keluarga yang menjadi penyemangat kita," imbuhnya. 

Saat ini Putri juga sangat bersyukur, karena virus HIV AIDS ditubuhnya nyaris tidak ditemukan lagi setelah beberapa kali pengecekan.

Namun ia tidak mau lepas begitu saja dengan obat, karena tetap jaga kalau virus tersebut masih ada. 

"Sekarang nyaris tidak ada lagi virusnya. Tapi saya tetap minum obat.

Yang namanya virus, bisa saja bersembunyi di tubuh, kemudian menyebar lagi, saya tetap minum obat selalu," tuturnya. (Tribun Pekanbaru/Alexander) 

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Kisah Perjuangan Ibu Muda Pengidap HIV AIDS Sembuh dari Covid-19, Minum Vitamin-Jogging dan Aerobik, https://pekanbaru.tribunnews.com/2020/12/01/kisah-perjuangan-ibu-muda-pengidap-hiv-aids-sembuh-dari-covid-19-minum-vitamin-jogging-dan-aerobik?page=all.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved