FPI Sebut ada Kriminalisasi Hukum dan Ulama Usai Habib Rizieq Dipanggil, Polri Beri Penjelasan
FPI Sebut ada Kriminalisasi Hukum dan Ulama Usai Habib Rizieq Dipanggil, Polri Beri Penjelasan
TRIBUNSUMSEL.COM - Polda Metro Jaya berencana akan memeriksa Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Selasa (1/12/2020).
Pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan pernikahan putrinya, Najwa Shihab pada 14 November 2020 lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus Muhammad Rizieq Shihab diperiksa dalam statusnya sebagai saksi.
"Pemanggilan MRS (Muhammad Riziq Shihab) untuk hadir hari Selasa," ujar Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Minggu (29/11/2020).
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah mengirimkan surat secara langsung ke kediaman Rizieq di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kepala Subdirektorat Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra
Ramadhan Syah mengatakan surat panggilan itu telah diterima oleh pihak keluarga.
"Surat panggilan terhadap Bapak Muhammad Rizieq Shihab sudah diberikan kepada pihak keluarga," jelasnya.
Berdasarkan surat pemanggilan pemeriksaan yang beredar, Habib Rizieq direncanakan akan diperiksa pada pukul 10.00 WIB mendatang.
Dalam surat itu, Habib Rizieq diperiksa terkait kerumunan acara pernikahan putrinya.
Diharapkan hadir
Polda Metro Jaya telah mengirim surat panggilan untuk pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Habib Rizieq dijadwalkan polisi menjalani pemeriksaan pada 1 Desember 2020, terkait kerumunan acara Maulid Nabi dan resepsi pernikahan putri Habib Rizieq Shihab pada 14 November 2020 lalu.
Dalam konferensi pers virtual, Minggu, (29/11/2020), Menteri Koordinator bidang Polhukam Mahfud MD mengharapkan Habib Rizieq memenuhi panggilan tersebut.
Hal itu, menurut dia, untuk kepentingan keselamatan masyarakat di masa pandemi covid-19.
"Kalau merasa diri sehat tentunya tidak keberatan untuk memenuhi panggilan aparat hukum memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan demi keselamatan bersama. Karena seumpama pun merasa diri sehat tidak akan menulari orang lain, bisa saja karena dia tokoh yang selalu menjadi kerumunan, bisa saja beliau terancam ditulari oleh orang lain, karena kontak erat dengan orang-orang banyak, yang secara teknis kesehatan itu sangat membahayakan bagi penularan Covid-19," kata Mahfud MD.