Breaking News:

Pilkada Serentak di Sumsel 2020

Panasnya Debat Publik II Pilkada PALI, 2 Calon Bupati Saling Serang, Ini Tanggapan Panelis

Meski demikian, menurut Husni Thamrin, serang-serangan tidak ditopang dengan data yang benar-benar akurat, lantaran datanya kurang begitu detail.

Editor: Weni Wahyuny
SRIPOKU.COM/REIGAN
Panelis Debat Publik II Pilkada PALI, Dr Muhammad Husni Thamrin, M.Si. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar Debat Publik II atau debat kandidat ke dua bagi Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten PALI.

Pada debat ini diikuti masing-masing Paslon Pilkada PALI, yakni Paslon 1 Devi Harianto SH MH – H Darmadi Suhaimi SH (DH-DS) dan Paslon 2, Ir H Heri Amalindo MM – Drs H Soemarjono (HERO) dengan tema Penguatan Pembangunan Ekonomi, Pelayanan Dasar dan Ekonomi Kerakyatan Bagi Masyarakat PALI yang diselenggarakan di Hotel Arya Duta Palembang, Senin (23/11/2020) malam.

Pertanyaan pada debat ke dua atau debat terakhir bagi Paslon Pilkada PALI ini telah disusun dari para akademisi yang menjadi panelis, seperti, Dr Intan Mutia SE, MAcc.AK.CA, Dr H Tien Yustini SE. M.Si dan Dr H M Husni Thamrin serta turut dihadiri KPU Sumsel, Bawaslu serta tim pendukung masing-masing kandidat.

Baca juga: Kejari Prabumulih Geledah dan Sita Barang Bukti Dugaan Korupsi di Bank Cabang Prabumulih

Baca juga: Panglima TNI Tak Perintahkan Copot Baliho Gambar Rizieq Shihab Tapi Dukung Pangdam Jaya

Salah seorang panelis, Dr Muhammad Husni Thamrin, M.Si yang merupakan Dosen Ilmu Administrasi Negara di Universitas Sriwijaya berkata, bahwa yang terjadi dan yang terasa dalam debat kandidat ke dua ini Paslon saling serang.

Sehingga suasana terasa hangat.

Meski demikian, menurut Husni Thamrin, serang-serangan tidak ditopang dengan data yang benar-benar akurat, lantaran datanya kurang begitu detail.

"Paslon 1 sering menjawab sentimen negatif, sayangnya itu saja sih. Jadi, waktunya tidak cukup, sehingga tidak menjawab sama sekali pertanyaan." ungkap Husni Thamrin usai jalannya debat.

"Dia mencoba menjawab strategi, namun strateginya tidak konkrit, seperti hanya menyalahkan perencanaan." ujarnya menambahkan.

Paslon 1 DH-DS mencoba memberikan solusi permasalahan.

Dengan melontarkan berkali-kali kata kuncinya tentang tata kelola perencanaan dan tata kelola pemerintahan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved