Pembunuhan di Rusunawa Palembang
Sosok Titi Korban Pembunuhan di Rusunawa Palembang, 2 Kali Menikah Tinggalkan 2 Anak
Seorang perempuan bernama Titi Handayani (36 tahun), ditemukan tewas di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Palembang
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG-Seorang perempuan bernama Titi Handayani (36 tahun), ditemukan tewas di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kasnariansyah, Kecamatan Ilir Timur 1, Kota Palembang, Selasa (10/11/2020).
Jenazah dibawa pihak keluarga ke Desa Lebuk Rarak, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
"Iya tadi siang sekitar jam 13.00 jenazah sudah sampai di sini, dan ini tinggal menunggu kakak perempuan yang datang dari Sekayu."
"Setelah itu akan segera dimakamkan di pemakaman umum Desa Pedamaran 3 Insya Allah sebelum Isya," terang Heriansyah, paman korban ketika ditemui di rumah duka, Selasa (10/11/2020) sore.
Tampak masyarakat sekitar telah memenuhi rumah panggung milik kakek (Alm) dari korban.
Warga telah bersiap mengantarkan jenazahnya ke tempat peristirahatan terakhirnya.
"Memang saya yang memutuskan agar dimakamkan disini, karena kalau disini kan lebih gampang dan makamnya bersebelahan dengan milik orang tua saya. Kita segera melangsungkan pemakaman tersebut," terangnya.
Ketika disinggung, mengenai korban yang tidak lama lagi akan menikah, Heriyansyah tidak pernah mendengarkan langsung dari korban.
"Kalau permasalahan itu, Titi tidak pernah cerita karena soal permasalahan calon suaminya. Karena memang dia itu orang nya pendiam jarang sekali menjelaskan permasalahan hidupnya," jelas Heri.
"Kalau ponakan saya ini sudah dua kali menikah, yang dengan suami pertama itu dikaruniai anak yang sekarang usia 4 tahun, dan kemarin nikah lagi dan memiliki anak kedua berusia 8 bulan," imbuhnya.
Anak Trauma
Titi Handayani (36 tahun), ibu dua anak di Rusunawa Palembang, tewas dibunuh tetangganya, Selasa (10/11/2020).
Keluarga berharap agar pelaku pembunuh Titi Handayani bisa segera mendapat hukuman setimpal.
Hal ini diungkap Heriansyah (44), paman korban saat ditemui di Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
"Keluarga kami dibunuh dengan sangat sadis. Kami sangat tidak terima dengan perbuatan itu," ujarnya, Selasa (10/11/2020).