Breaking News:

Cerita Khas Sumsel

Kisah Suwandi 20 Tahun Guide Museum Subkoss Lubuklinggau, Saksi Sejarah Agresi Militer Belanda

Setiap pengunjung yang datang ke Museum ini pasti akan dilayani oleh laki-laki berusia 76 tahun ini sembari mengajak berkeliling menunjukkan koleksi

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Suwandi guide Museum Subkoss Garuda Sriwijaya di Kota Lubuklinggau Sumsel 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Sosok Suwandi sudah tak asing bagi setiap pengunjung Museum Sub Komando Sumatra Selatan (Subkoss) Garuda Sriwijaya di Kota Lubuklingga, Sumsel.

Setiap pengunjung yang datang ke Museum ini pasti akan dilayani oleh laki-laki berusia 76 tahun ini sembari mengajak berkeliling menunjukkan koleksi museum Subkoss.

Di momen hari pahlawan yang akan jatuh pada tanggal 10 November Selasa besok, Suwandi sudah mengabdi menjadi penjaga museum Subkoss selama 20 tahun.

Suwandi berkisah menjadi penjaga sekaligus melayani pengunjung sudah dilakoninya sejak tahun 1990.

Saat itu ia dipanggil Muhammad Noerdin Pandji orang tua mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin untuk melayani pengunjung.

"Karena melihat saya bisa cerita, orang tua pak Alex Noerdin (Muhammad Noerdin Pandji) minta saya menceritakan sejarah Lubuklinggau kepada setiap tamu undangan," ungkap Suwandi pada wartawan, Senin (9/11/2020).

Ia menuturkan, saat itu Subkoss belum resmi menjadi museum masih berupa tempat wisata sejarah, kemudian pada tahun 1998 baru ditetapkan sebagai museum resmi.

"Sejak tahun 2000 an saya juga resmi ditunjuk jadi guide pengunjung yang ingin berwisata sejarah di museum Subkoss Kota Lubuklinggau," ujarnya.

Ia menyampaikan, alasannya tidak menolak ketika ditunjuk menjadi guide museum Subkoss, karena kecintaannya pada sejarah.

Sejak kecil ia sudah ikut masuk ke dalam hutan ketika Kota Bengkulu diserang Belanda.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved