Serangan Mematikan Terjadi Lagi di Nice 3 Orang Dilaporkan Tewas, Presiden Prancis Rapat Darurat
Seorang penyerang bersenjata pisau memenggal kepala seorang wanita dan membunuh 2 orang lainnya di sebuah gereja di kota Nice, Perancis pada Kamis (29
Perancis berada dalam siaga tinggi untuk serangan teror sejak terjadi pembantaian di kantor majalah satir Charlie Hebdo pada 15 Januari.
Persidangan terhadap kaki tangan para pelaku serangan itu masih berlangsung di Paris.
Kemudian seorang guru bernama Samuel Paty dipenggal pada pertengahan Oktober, karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad saat mengajar di kelas.
Masalah Lain Prancis: Corona, Terpaksa Lockdown Lagi
Presiden Emmanuel Macron mengumumkan lockdown nasional setelah angka penularan Covid-19 di Negara itu meningkat lagi.
Selain Covid-19, Prancis sedang menghadapi masalah lain terkait gelombang protes dan seruan boikot produk Prancis dari Negara-negara Muslim menyusul pernyataan Macron yang dianggap menghina Umat Islam.
Selain Prancis, Jerman juga mengumumkan lockdown mengantisipasi gelombang kedua Covid-19.
Perancis dan Jerman sama0-sama mengumumkan lockdown nasional kedua, setelah mereka mencatatkan kenaikan kasus dan korban meninggal Covid-19.
Di "Negeri Anggur", pengumuman itu disampaikan Presiden Emmanuel Macron di mana bakal dimulai Jumat (30/10/2020) hingga 1 Desember.
Selama sekitar satu bulan penerapan lockdown, warga Perancis harus mematuhi beberapa poin yang di antaranya:
1. Perintah "di rumah saja" kecuali untuk olahraga satu jam setiap hari, berobat, atau membeli bahan pokok.
2. Restoran dan bar ditutup selama karantina nasional Toko yang dianggap tidak menjual barang kebutuhan pokok harus ditutup.
3. Larangan bepergian ke berbagai wilayah di Perancis.
4. Menutup sejumlah perbatasan.
5. Universitas kembali kepada pengajaran secara daring.