Heboh Bayi Prematur Ditemukan di Bandara, Wanita Ini Mengaku Dipaksa Buka Pakaian hingga Ketakutan
Kedua wanita yang tidak disebutkan identitasnya ini sebelumnya melakukan perjalanan udara ke Sydney.
TRIBUNSUMSEL.COM - Sesosok bayi prematur ditemukan di Bandara Qatar.
Seorang wanita Australia mengaku bahwa dirinya ditelanjangi oleh pihak berwenang di Bandara Qatar terkait dengan penemuan bayi tersebut.
Wanita itu mengatakan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan gugatan hukum atas insiden menakutkan tersebut.
Menurut laporan ABC, Selasa (27/10/2020), dua penumpang pesawat bernomor penerbangan QR908 mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang terjadi pada mereka ketika semua wanita di pesawat diminta untuk turun setelah pesawat delay 3 jam pada 2 Oktober 2020.
Kedua wanita yang tidak disebutkan identitasnya ini sebelumnya melakukan perjalanan udara ke Sydney.
Baca juga: Sah, Pemerintah Tak Naikkan Upah Minimum Tahun 2021, Ini Penjelasan Menaker Ida Fauziyah
Baca juga: Dilamar saat Keliling di Udara dan Mahar 1,7 M, Siapa Vieranni? Pekerjaan Calon Suami Terbongkar
Baca juga: Sederet Fakta Sosok Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi yang Kini Dipenjara, Hobi hingga Aksi Kontroversi
Baca juga: Rizieq Shihab Segera Pulang ke Indonesia, Sekretaris Jenderal PA 212 Jawab Kepastian Kepulangan HRS
Pesawat yang harusnya meninggalkan Bandara Internasional Hamad pada pukul 20.30.
Tetapi pesawat delay selama tiga jam setelah bayi prematur ditemukan di bandara.
Salah satu wanita mengatakan bahwa semua wanita dewasa dikeluarkan dari pesawat oleh pihak berwenang dan dibawa ke dalam dua mobil ambulans yang sudah menunggu di luar bandara.
"Tidak ada yang bisa berbahasa Inggris atau memberitahu kami apa yang terjadi. Mengerikan," katanya.
"Kami berjumlah 13 orang dan kami semua harus pergi," lanjutnya.
Ia menambahkan, "Seorang ibu di dekat saya bahkan harus meninggalkan anak-anaknya yang tertidur di pesawat."
"Ada juga seorang wanita tua yang mengalami gangguan penglihatan dan dia harus pergi juga. Saya yakin dia digeledah," imbuhnya.
Baca juga: Rizieq Shihab : Insya Allah Kalau Tak Ada Halangan, Saya dan Sekeluarga akan Kembali ke Tanah Air
Baca juga: Lapor ke Propam jika Temukan Polisi Tak Penuhi 5 Syarat Saat Razia Resmi, Berikut Penjelasannya
Dia mengatakan jika dirinya menghormati hukum dan budaya Qatar, namun saat ini dia sedang mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan hukum.
"Jika 12 wanita lainnya melakukan class action, saya pasti akan menjadi bagian dari itu," katanya.
Tanggapan Menteri Luar Negeri Australia