Ada Penampakan Kaki hingga 3 Buaya Siap Menyantap, Detik-detik Penemuan Mayat Wanita di Kolam Buaya

"Awalnya sambil menunggu adik kencing saya manjat pagar kolam untuk melihat buaya saya sambil jalan di atas tembok pagar itu dan saya lihat

Editor: Weni Wahyuny
Kompas.com
Tim gabungan mengevakuasi mayat perempuan yang ditemukan di tepi kolam Mayang Mangurai, Kecamatan Teluk Bayur, Berau, Rabu (21/10/2020). Wanita Pegawai Kafe Tewas Dibunuh, Pakaian Korban Lepas saat Tubuhnya Dilempar 

TRIBUNSUMSEL.COM, BERAU - Detik-detik penemuan mayat di kolam buaya, awalnya ditemukan oleh seorang remaja.

Diketahui warga Berau, Kalimantan Timur, geger dengan penemuan mayat wanita muda di kolam Buaya Mayang Mangurai, Rabu (21/10/2020) lalu.

Korban diketahui berinisial FS (25).

Saat ditemukan korban dalam kondisi tangan terikat dan mulut dilakban.

Remaja Kampung Tepian Buah Kecamatan Segah bernama Budi yang pertama kali menemukan jasad wanita tersebut sempat kaget saat melihat kaki korban muncul di tepi kolam.

Baca juga: Dibuang ke Kolam Buaya, Mayat Wanita Tak Digigit Predator, Kapolres: Kejahatan Tak Ada yang Sempurna

Baca juga: MENGENAL 13 Tokoh Penting Dibalik Lahirnya Naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Baca juga: Bak Sinetron, Jerit Tangis Balita Di Gendongan Ayah saat Ikut Pergoki Ibu Berduaan dengan Pria Lain

Baca juga: Istrinya Pergi Senam, Suami Ngamuk Banting Kompor Gegara Tak Ada Makanan di Rumah saat Pulang Kerja

Ia mengungkapkan, tak sengaja melihat jasad wanita malang tersebut karena awalnya ia bersama ibu dan saudara-saudaranya mampir di Mayang Mangurai, karena adiknya ingin pipis dan mencari toilet di sekitar lokasi penemuan mayat tersebut.

"Awalnya kami antar orang tua berobat di Tanjung Redeb, dalam perjalan adek-adek kami ingin kencing, dan mama bilang singgah saja di Mayang Mangurai biar agak enak parkir mobilnya," kata pria yang akrab disapa Budi itu.

Di lokasi penemuan mayat sendiri lanjut Budi mengungkapkan lokasinya nampak terbengkalai, lokasi yang disebut sebagai penangkaran buaya itu nampak tidak terurus dengan banyak ditumbuhi rumput liar.

"Awalnya sambil menunggu adik kencing saya manjat pagar kolam untuk melihat buaya saya sambil jalan di atas tembok pagar itu dan saya lihat ada kaki terus saya berhenti dan pastikan bahwa benar adalah mayat pas melihat itu saya panggil kakak saya bernama Tio," tuturnya.

Baca juga: Ayah Sendiri Dijadikan Pasien oleh Mahasiswi Keperawatan, Kisah Dibaliknya Terkuak : Bapakku Ngegas

Awalnya kata warga Tepian Buah itu tak ingin membicarakan ke orang tuanya karena orang tuanya sakit sehingga jika mendengar kabar itu ditakutkan makin sakit.

Namun, merasa tidak nyaman, ia pun memberanikan memberi tahu orang tuanya jika ada mayat di pinggir kolam Buaya.

"Saya bingung apakah kasi tahu mama saya atau tidak karena saya takutkan kalau kuberi tahu mama dia kaget dan penyakitnya parah dan karena saya juga bingung sayapun ceritakan ke mama dan mama saya langsung menelfon polisi yang ada dikontraknya."

"Mama saya juga sempat melihat dan memastikan apakah itu mayat atau bukan dan saat itu saya lihat 3 ekor buaya sudah sempat mendekat namun saya terus usir dengan melempar sesuatu ke kolam sambil menunggu polisi datang untuk mengevakuasi," tutupnya.

Jenasah diduga korban pembunuhan itupun berhasil dievakuasi tim gabungan sekitar pukul 17.00 Wita dan langsung membawanya ke RSUD dr Abdul Rivai untuk dilakukan visum.

Berselang beberapa hari tepatnya Minggu 25 Oktober terduga pelaku pembunuhan berhasil diamankan polisi di lokasi persembunyiannya di Kalimantan Tengah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved