Berita Palembang

Punya 8.894 Koleksi, Museum Negeri Sumsel Tempat Berwisata Asyik Sambil Belajar Sejarah

Museum Negeri Sumsel ini sangat cocok untuk wisata sekaligus edukasi. Bisa wisata sekaligus belajar sejarah Sumsel. Apalagi di sini ada 8894 koleksi.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Suasana bagian depan pintu masuk Museum Negeri Sumsel yang ada di Jalan Srijaya I, nomor 288 KM 5 Kota Palembang. 

Salah satu koleksi masterpiece yang ada di bangsal Arkeologi yaitu Arca Batu Gajah dari masa Pra Sejarah yang ditemukan di Kota Raya Lembak Pagaralam tahun 1929 diperkirakan abad 1 Masehi.

"Terakhir Rumah Limas dan Rumah Ulu yang terletak di bagian belakang. Untuk Rumah Limas merupakan rumah tradisional Sumsel. Rumah Limas ada sejak masa Kesultanan Palembang dan pada awalnya merupakan milik warga keturunan Arab," cetusnya.

Kunjungan Ratu Beatrix

Ia pun menceritakan, bahwa pada tanggal 29 Agustus 1995 di Museum ini mendapatkan kunjungan Kepala Negara Belanda, Ratu Beatrix dan Pangeran Clans beserta rombongan yang berkenan melihat bangsal arca dan Rumah Limas.

Bahkan Bank Indonesia mengabadikan Rumah Limas Tradisional Sumsel ini dalam pecahan uang kertas Rp 10 Ribu.

Sedangkan Rumah Ulu merupakan rumah tradisional yang berkembang di daerah uluan (hulu sungai Musi).

Rumah Ulu koleksi museum ini berasal dari Desa Asam Kelat, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Rumah Ulu ini diserahkan ke Museum pada tanggal 20 November 1992, yang diperkirakan hingga kini berumur kurang lebih 200 tahun.

Chandra menambahkan, bahwa dimasa pandemi Covid-19 kunjungan dibatasi dan diterapkan protokol kesehatan (Prokes) seperti cuci tanggan, pakai masker, di cek suhu tubuh dan jaga jarak saat berkunjung ke Museum.

"Museum Negeri Sumsel ini buka setiap hari Selasa-Minggu dan tutup di hari Senin. Jam operasionalnya Selasa-Jumat pukul 08.00-16.00 dan Sabtu-Minggu pukul 09.00-15.00. untuk tiket masuknya cukup terjangkau hanya Rp 2000 untuk dewasa dan Rp 1000 untuk anak-anak," katanya

Sementara itu Dinda penggunjug di Museum Negeri Sumsel mengatakan, bahwa ia ke Museum untuk belajar dan mengingat kembali masa-masa kecil sering ke museum.

"Rumah saya tidak jauh dari sini jadi dulu saya sering ke sini. Kalau menurut saya asyiknya ke museum itu kita bisa belajar tentang sejarah dengan mudah, karena koleksi yang dipamerkan sudah dilengkapi dengan penjelasan yang mudan difahami," ungkapnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved