Gatot Nurmantyo Sindir Utang dan Kemiskinan di Satu Tahun Pemerintahan Jokowi - Maruf Amin

Pihaknya mengatakan sebuah fakta bahwa negara Indonesia sedang mengalami kondisi luar biasa lantaran adanya pandemi virus corona (covid-19).

Editor: Weni Wahyuny
YouTube Indonesia Lawyers Club tvOne
Menko Polhukam Mahfud MD menjawab secara lugas kritikan kepada Pemerintah di ILC, Selasa (20/10/20). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Hadir dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC), Selasa (20/10/2020), Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo memberikan evaluasi dengan menggunakan data terkait kinerja satu tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Setahun pemerintahan Jokowi tentunya kami harus menyampaikan dengan jernih bahwa kelebihan pemerintahan saat ini adalah optimis meskipun hal itu perlu perhitungan yang lebih matang," ujar Deklarator dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tersebut.

Pihaknya mengatakan sebuah fakta bahwa negara Indonesia sedang mengalami kondisi luar biasa lantaran adanya pandemi virus corona (covid-19).

Baca juga: Sederet Fakta Kerabat Jokowi Tewas di Dalam Mobil, Telentang di Jok Belakang, Tangan Diselotip

Baca juga: Menegangkan, Mahfud MD Skak Mat Pengkritik Jokowi-Maruf Amin di ILC, Ada Rizal Ramli hingga Gatot

Baca juga: SEMALAM ILC Tayang Lagi, Pertanyaan Sujiwo Tejo Buat Karni Ilyas Bungkam : Kan Sudah Saya Jelaskan

Gatot mengatakan adanya hal itu, membuat suatu permasalahan kompleks.

 

Oleh karenanya pihaknya melakukan analisa data komprehensif guna melakukan kontruksi untuk menyelamatkan Indonesia.

Satu di antaranya terkait data pertumbuhan ekonomi, dari 2014 flat, dan 2019 hingga 2020 itu mengalami penurunan, terlebih lagi dengan adanya Pandemi Covid-19.

"Dan saya perkirakan di tahun 2021 akan lebih turun lagi, maka benar-benar harus mempunyai kiat untuk menanganinya dengan sungguh-sungguh karena ini mencemaskan," lanjutnya lagi.

Selanjutnya tentang kemiskinan, di mana pihaknya mengatakan sejak tahun 1996 mengalami penurunan, namun dua tahun terakhir bahkan sebelum pandemi covid-19 kemiskinan meningkat.

Dan dirinya memperkirakan kemungkinan terburuk bahwa tingkat kemiskinan akan semakin meningkat dengan adanya Covid-19.

Sesuai data yang dibacakannya, jumlah orang miskin di Indonesia pada 2019 sebelum wabah, mencapai 91,90 juta orang.

Baca juga: Besok Menikah, Calon Pengantin Pria Kabur, Fakta Menyedihkan Terungkap Saat Pacar Datang ke Rumah

"Selanjutnya masalah fiskal, analisa kami terhadap APBN terkait defisit anggaran sejak tahun 2015 sebenarnya sudah terjadi defisit yang sangat besar saya mengetahui sendiri."

Selain itu Gatot juga membahas soal utang, di mana sejak tahun 2015 ada peningkatan utang hingga hingga 2 kali lipat dari akumulasi seluruh presiden yang ada dari sejak Bung Karno sampai dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Totalnya ada Rp 2.400 Triliun, sedangkan sekarang sudah mencapai hampir Rp 6.000 Triliun. 

"Utang sudah 4 kali lebih jumlahnya dari pendapatan negara ini, dan ini benar-benar memerlukan perhatian yang sangat serius, karena dibalik utang yang sangat tinggi ternyata cadangan devisa tidak meningkat jadi kurs rupiah akan tertekan," ujarnya.

Sementara itu diberitakan Tribunnews.com sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ormas Projo juga turut serta memberikan suaranya untuk satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved