Hari Ini Tepat 33 Tahun, Mengingat Tragedi Kecelakaan Kereta Api Bintaro, Kisahnya di Lagu Iwan Fals
Peristiwa kecelakaan tersebut kala itu tak luput dari sorotan seorang musisi Virgiawan Listanto atau Iwan Fals.
TRIBUNSUMSEL.COM - 19 Oktober 2020 hari ini tepat tiga puluh tiga tahun yang lalu terjadi sebuah tragedi kecelakaan kereta api di kawasan Bintaro.
Dikutip dari Kompas.com, pemberitaan Harian Kompas, 20 Oktober 1987 menyebutkan, sekitar 156 orang kehilangan nyawa dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.
Ini merupakan satu di antara musibah paling buruk dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia, sekaligus menyita perhatian dunia.
Kecelakaan tersebut terjadi di dekat tikungan melengkung Tol Bintaro, tepatnya di lengkungan "S", berjarak kurang lebih 200 m setelah palang pintu Pondok Betung dan ± 8 km sebelum Stasiun Sudimara.
Peristiwa kecelakaan tersebut kala itu tak luput dari sorotan seorang musisi Virgiawan Listanto atau Iwan Fals.
Lewat lagu '1910', Iwan Fals mengisahkan tentang tragedi kecelakaan kereta api di Bintaro, Jakarta Selatan, Jakarta.
Baca juga: DIPERPANJANG hingga Desember 2020, Cara Mudah Mendapatkan BLT UMKM Rp2,4 Juta
Dikisahkan dalam lirik lagu tersebut, Iwan Fals membuka dengan lirik 'Apa kabar kereta yang terkapar di Senin pagi?' yang mana peristiwa itu terjadi pada hari senin pagi.
Gerbong kereta api saat itu penuh karena bertepatan dengan jam sibuk orang-orang mengawali aktivitasnya.
Ratusan korban meninggal dalam peristiwa tersebut.
Iwan Fals dalam liriknya juga menuliskan "Di gerbongmu ratusan orang yang mati".
Iwan Fals menggambarkan lokasi ini melalui lirik "Belum usai peluit, belum habis putaran roda, Aku dengar jerit dari Bintaro, Satu lagi catatan sejarah, Air mata"
Saat itu, kereta api Patas No 220 dengan rangkaian tujuh gerbong dari arah Tanah Abang menuju ke arah Merak bertabrakan dengan KA No 225 dari Rangkasbitung ke Tanah Abang.
Namun demikian, kasus kecelakaan tersebut dirasa Iwan Fals saat itu ada sesuatu yang disembunyikan.
Jika diperhatikan, hal ini sesuai dengan yang dituliskan oleh Iwan Fals dalam liriknya "19 Oktober tanah Jakarta berwarna merah, Meninggalkan tanya yang tak terjawab"
Iwan Fals dalam liriknya berharap korban yang meninggal dapat tenang.
"Saudaraku, pergilah dengan tenang, Sebab duka sudah tak lagi panjang, Saudaraku.."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/tragedi-kecelakaan-kereta-api-bintaro.jpg)