Masihkah Ilyas Panji Berpeluang Kembali Jadi Peserta Pilkada OI? Ini Kata Ahli Hukum Dr Febrian

Hak- hak peserta Pilkada Ilyas bisa kembali, jika tim advokasi yang mengajukam banding putusan KPU OI ke Mahkamah Agung (MA) tersebut dikabulkan

TRIBUN SUMSEL/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Ahli hukum dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ahli hukum dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian mengungkapkan, meski ada putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir (OI) yang membatalkan pencalonan Bupati Petahana OI Ilyas Panji Alam sebagai peserta Pilkada Ogan Ilir 2020, namum peluang Ilyas untuk kembali menjadi peserta Pillada tetap terbuka.

Menurut Febrian, hak- hak peserta Pilkada Ilyas bisa kembali, jika tim advokasi yang mengajukam banding putusan KPU OI ke Mahkamah Agung (MA) tersebut dikabulkan, dan mempunyai kekuatan hukum yang final.

"Ia (Ilyas) harus bisa membuktikan, jika dalil yang ada diputusan KPU OI itu tidak benar dengan bukti hukum. Seperti, apa benar rotasi setelah enam bulan itu yang dituduhkan, jika tidak terbukti, maka hak- haknya Ilyas dikembalikan oleh MA," kata Febrian, Selasa (13/10/2020).

Dijelaskan Febrian, putusan pembatalan Ilyas sebagai peserta Pilkada merupakan keputusan penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU OI, berdasarkan rekomendasi dari Bawaslu OI sebelumnya, yang diambil putusan oleh KPU OI untuk pembatalan sebagai paslon bersama Endang PU Ishak.

"Secara normatif, kepada paslon yang dikenai sanksi administrasi itu, lalu diberikan kesempatan paslon itu melakukan upaya hukum dengan melakukan perlawanan ke MA, dalam waktu 3 hari untuk mendaftar, dan hasilnya paling lama 14 hari untuk sifat putusan final," tandasnya.

Soal isi putusan sendiri, diterangkan pengamat politik Sumsel ini sepanjang didalilkan atas rekomendasi Bawaslu itu benar terjadi, maka semua pihak harus taat hukum.

"Terkait jalur banding sendiri, karena ini pelanggaran bukan sengketa maka harus diajukan ke MA sesuai undang- undang yang berlaku," capnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir resmi mendiskualifikasi pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2, Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak.

Hal ini disampaikan langsung Ketua KPU Ogan Ilir, Massuryati setelah mendapat rekomendasi dan menggelar rapat pleno dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ogan Ilir, Senin (12/10/2020) malam.

Keputusan KPU ini merupakan tindaklanjut dari rekomendasi yang diberikan Bawaslu Ogan Ilir.

"Adapun tindak lanjut rekomendasi dari Bawaslu yang kami lakukan adalah melaksanakan ketentuan Pasal 71 Ayat 5 dengan keputusan KPU Ogan Ili SK : 263/HK.0.1-KPT/1610/KPU-KAP/X2020 tentang pembatalan peletakan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir nomor urut 2, yakni Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak," kata Massuryati kepada wartawan di kantor KPU Ogan Ilir, Indralaya, Senin (12/10/2020).

Rekomendasi ini, lanjut Massuryati, disampaikan Bawaslu Ogan Ilir pada 5 Oktober lalu.

"Setelah tujuh hari setelah rekomendasi diserahkan, hari ini merupakan hari terakhir KPU Ogan Ilir menyampaikan rekomendasi Bawaslu tersebut," kata Massuryati.

Setelah mengumumkan diskualifikasi kepada paslon nomor urut 2, KPU Ogan Ilir secepatnya akan melayangkan surat diskualifikasi tersebut kepada paslon bersangkutan.

"Secepatnya kami layangkan suart diskualifikasi," terang Massuryati.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved