Pelajar dan Mahasiswa di Palembang Ini Bingung, Sedang Lihat-lihat Demo Tiba-tiba Diangkut Polisi
MA (20 tahun), seorang Mahasiswa yang diamankan di Polrestabes Palembang mengaku tidak tahu apa alasan dibawa
Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Polisi mengamankan 15 orang pada saat aksi demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Sumsel, Senin (12/10/2020).
Dari ke 15 orang tersebut diketahui 13 orang merupakan pelajar, 1 orang mahasiswa, dan 1 orang buruh.
Bahkan 13 orang pelajar yang dibawa anggota ke Polrestabes Palembang menggunakan pakaian bebas.
MA (20 tahun), seorang mahasiswa yang diamankan di Polrestabes Palembang mengaku tidak tahu apa alasan dibawa.
"Saat itu saya sedang nongkrong di depan Mapolsek Ilir Timur 1 Palembang, tiba-tiba saya diajak polisi masuk mobil," ujar MA.
Selain lima belas orang, polisi berhasil menyita handphone dan satu pengeras suara yang dibawa para pendemo untuk menyampaikan aspirasi.
Sementara itu beberapa pelajar mengatakan kalau mereka hanya melihat-lihat saja.
"Tadi kami hanya lihat-lihat saja dan kami tengah berkumpul, namun tiba-tiba kami ditanya apakah pelajar atau bukan dan kami langsung di bawa ke Polrestabes Palembang," Senin (12/10/2020).
Baca juga: 20 Anggota Termasuk Ketua KAMI Medan Diamankan Polisi Terkait Demo Berujung Rusuh
Diberitakan sebelumnya, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan pihaknya telah menerjunkan sebanyak 2700 personil gabungan untuk melakukan pengamanan terkait demo di DPRD Sumsel.
"Hari ini kita menerjukan sebanyak 2700 personil gabungan dari Polda, Polrestabes, Kodam dan Kodim untuk melakukan pengamanan unjuk rasa penolakan UU Omnimbus Law cipta kerja," ujar Anom Senin (12/10/2020).
Lanjut Amon menuturkan, pihaknya akan fokus untuk melakukan pengamanan terhadap gedung DPRD Sumsel.
"Untuk jumlah masa yang akan datang kami duga sebanyak 1000 orang dari baik dari mahasiswa maupun buruh," katanya.
Anom menambahkan untuk kendaraan pengamanan terkait aksi demo yaitu sebanyak 7 mobil water canon.
"Untuk kendaraan kita sudah siapkan di TKP yaitu sebanyak 7 mobil water canon, kemudian mobil raisa, dan mobil rantis lainya. Saya harap demo kali ini bisa damai dan tertib agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," bebernya.
Sementara itu terlihat beberapa buruh yang akan melakukan demo sudah mulai berdatangan dan menyuarakan aksinya di tempat yang telah disediakan yaitu di dalam kawat berduri.
"Jadi kita menyediakan tempat untuk para pendemo yaitu di dalam kawat berduri agar masa yang berdemo tidak melewati batas apalagi sampai masuk ke kawasan gedung DPRD Sumsel," tutup Anom.