Corona di Palembang
Kasus Corona di Palembang Didominasi Orang Tanpa Gejala (OTG), Berikut Sebarannya di 18 Kecamatan
Diketahui saat ini Pemkot Palembang juga sudah membuat peraturan yang mewajibkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang mencatat, kasus konfirmasi positif corona di 'kota pempek' masih di didominasi oleh orang yang tidak memiliki gejala sama sekali.
Tercatat, hingga Kamis (1/10/2020), ada penambahan 11 kasus baru yang menjadikan jumlah konfirmasi positif corona di Palembang sudah mencapai 3.072 kasus.
Adapun dari jumlah konfirmasi yang ada, sebanyak 1.545 kasus merupakan asimptomatik (tidak memiliki gejala) dan 1.527 kasus lainnya merupakan simptomatik (memiliki gejala).
"Artinya kita memang harus waspada karena lebih banyak yang tidak bergejala (saat terjangkit virus corona) dari pada yang bergejala," ujar jubir satgas Palembang, Yudhi Setiawan, Jumat (2/10/2020).
Secara rinci disebutkan, jumlah kasus corona yang masih aktif di Palembang saat ini sebanyak 521 orang.
Terdiri dari 266 orang yang mengalami gejala dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Ada juga 185 orang lagi yang juga mengalami gejala namun lebih memilih untuk menjalani isolasi mandiri.
Dan sebanyak 70 orang lainnya terjangkit virus corona tanpa mengalami gejala sehingga mereka memilih untuk isolasi mandiri di rumah.
"Dengan jumlah 521 orang, artinya apabila dipersentasekan kasus aktif saat ini totalnya hanya 17 persen, "ujarnya.
Meski begitu, Yudhi tak menampik bahwa jumlah konfirmasi positif corona di Palembang terus bertambah setiap harinya.
Ia menyebut bahwa hal tersebut tidak terlepas dari hasil kinerja petugas medis dalam melakukan tracing serta keaktifan masyarakat untuk mengikuti swab test guna mendeteksi kemungkinan adanya virus corona di dalam tubuh.
"Selain itu juga kita ini masih berasa di masa pandemi, dimana penyebaran virus masih terjadi dan menular dengan begitu cepat dan banyak terjadi tanpa gejala," katanya.
Namun demikian, Yudhi mengatakan, bertambahnya kasus konfirmasi setiap hari juga diiringi dengan jumlah kesembuhan yang terus meningkat.
Dijelaskannya saat ini sudah ada 2.364 orang atau setara 77 persen yang berhasil sembuh dari virus corona.
Angka tersebut berada diatas jumlah kesembuhan nasional yang saat ini sebanyak 75 persen dari total keseluruhan kasus yang ada.
"Dari total keseluruhan, memang ada 185 meninggal dunia dalam kasus corona di Palembang. Dengan data terbaru per 1 Oktober, ada 1 orang yang terkonfirmasi meninggal dunia. Tapi meskipun begitu, jumlah orang-orang yang sembuh juga semakin banyak," ujarnya.
Berdasarkan data yang ada, Yudhi mengklaim bahwa kasus corona di Palembang masih terkendali.
"Artinya terkendali itu seperti ini, yang terpenting adalah meskipun kasusnya memang bertambah, tapi tidak banyak. Begitu pun dengan jumlah yang meninggal juga tidak banyak. Sementara jumlah orang sembuh terus meningkat dan daya tampung rumah sakit juga memadai," ujarnya.
Diketahui saat ini Pemkot Palembang juga sudah membuat peraturan yang mewajibkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan.
Hal tersebut diatur dalam Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 27 Tahun 2020 tentang adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi covid-19 termasuk wajib masker.
Menurutnya dengan diberlakukan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, dapat menekan jumlah konfirmasi positif corona di Palembang.
Untuk itu Yudhi mengimbau agar masyarakat dapat selalu menerapkan protokol kesehatan.
Diantaranya menjaga jarak kontak fisik dengan orang lain, rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta patuh pakai masker saat beraktivitas, merupakan langkah sederhana untuk mencegah penularan virus corona.
"Kita juga jangan sampai lengah, tetap waspada tapi jangan panik. Saat ini kita belum bebas dari pandemi. Jangan hanya patuh karena ada razia, tentunya harus ada kesadaran dari hati nurani. Kita berharap dan sama-sama mengupayakan supaya pandemi ini bisa segera berakhir, "ujarnya.
Berikut update data sebaran kasus corona yang dihimpun dari Dinkes Palembang per 1 Oktober 2020.
1. Kecamatan Alang-Alang Lebar
Sembuh : 147 orang
Meninggal : 12 orang
Dirawat : 11 orang
Isolasi Mandiri : 21 orang
2. Kecamatan Bukit Kecil
Sembuh : 68 orang
Meninggal : 7 orang
Dirawat : 8 orang
Isolasi Mandiri : 15 orang
3. Kecamatan Gandus
Sembuh : 67 orang
Meninggal : 3 orang
Dirawat : 4 orang
Isolasi Mandiri : 6 orang
4. Kecamatan Ilir Barat Satu
Sembuh : 282 orang
Meninggal : 15 orang
Dirawat : 23 orang
Isolasi Mandiri : 34 orang
5. Kecamatan Ilir Barat Dua
Sembuh : 52 orang
Meninggal : 5 orang
Dirawat : 10 orang
Isolasi Mandiri : 6 orang
6. Kecamatan Ilir Timur Satu
Sembuh : 116 orang
Meninggal : 22 orang
Dirawat : 20 orang
Isolasi Mandiri : 16 orang
7. Kecamatan Ilir Timur Dua
Sembuh : 178 orang
Meninggal : 15 orang
Dirawat : 20 orang
Isolasi Mandiri : 22 orang
8. Kecamatan Ilir Timur Tiga
Sembuh : 133 orang
Meninggal : 16 orang
Dirawat : 8 orang
Isolasi Mandiri : 11 orang
9. Kecamatan Jakabaring
Sembuh : 129 orang
Meninggal : 14 orang
Dirawat : 12 orang
Isolasi Mandiri : 9 orang
10. Kecamatan Kalidoni
Sembuh : 167 orang
Meninggal : 7 orang
Dirawat : 22 orang
Isolasi Mandiri : 14 orang
11. Kecamatan Kemuning
Sembuh : 201 orang
Meninggal : 16 orang
Dirawat : 19 orang
Isolasi Mandiri : 11 orang
12. Kecamatan Kertapati
Sembuh : 79 orang
Meninggal : 6 orang
Dirawat : 6 orang
Isolasi Mandiri : 6 orang
13. Kecamatan Plaju
Sembuh : 98 orang
Meninggal : 11 orang
Dirawat : 16 orang
Isolasi Mandiri : 8 orang
14. Kecamatan Sako
Sembuh : 161 orang
Meninggal : 7 orang
Dirawat : 25 orang
Isolasi Mandiri : 28 orang
15. Kecamatan Seberang Ulu Satu
Sembuh : 91 orang
Meninggal : 9 orang
Dirawat : 9 orang
Isolasi Mandiri : 6 orang
16. Kecamatan Seberang Ulu Dua
Sembuh : 109 orang
Meninggal : 9 orang
Dirawat : 10 orang
Isolasi Mandiri : 5 orang
17. Kecamatan Sematang Borang
Sembuh : 58 orang
Meninggal : 6 orang
Dirawat : 7 orang
Isolasi Mandiri : 5 orang
18. Kecamatan Sukarami
Sembuh : 220 orang
Meninggal : 7 orang
Dirawat : 36 orang
Isolasi Mandiri : 32 orang
19. Luar wilayah atau wilayah tidak jelas
Sembuh : 8 orang
Meninggal : 0 orang
Dirawat : 0 orang
Isolasi Mandiri : 0 orang