Hindari Klaster Pejabat, Tiga Kantor OPD di Lubuklinggau Ditutup 7 Hari

Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe menyampaikan untuk kantor Bappeda, BPPRD dan BPKAD di tutup sementara sampai dengan tujuh hari kedepan.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pasca Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Lubuklinggau Nobel Nawawi terkonfirmasi positif terpapar Virus Corona.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus kluster pejabat di kota ini sejumlah komplek perkantoran seperti Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) dan kantor Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) ditutup sementara.

Sebab kantor BPPRD dan BPKAD tersebut masih satu komplek dengan kantor Bappeda.

Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe menyampaikan untuk kantor Bappeda, BPPRD dan BPKAD di tutup sementara sampai dengan
tujuh hari kedepan.

"Untuk pegawainya untuk sementara diliburkan, namun pelayanan di kantor tersebut masih tetap berjalan menggunakan sistem daring," ungkap Nanan pada wartawan, Jumat (2/10/2020)

Nanan menjelaskan, setelah tujuh hari ditutup kedepan akan dilakukan evalusi dan dilihat apakah sudah bisa dilakukan pelayanan lagi atau belum, jika kedepan ada kasus tambahan maka jadi pertimbangan.

"Jadi nanti kita lihat dahulu sampai tujuh ke depan, sebagaiman instruksi dari pak Wawako kemarin, yang jelas nanti kita akan mendengar dulu pemaparan masing-masing OPD saat rapat bersama nanti," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid -19 Kota Lubuklinggau, Kamis (1/10) kemarin angka konfirmasi positif Covid -19 tambahan sebanyak 23 kasus baru.

Dengan demikian total saat ini jumlah kasus konfirmasi positif di Kota Lubuklinggau sebanyak 629 orang dengan 13 orang dinyatakan meninggal dunia.

Untuk itu, Nanan meminta masyarakat Lubuklinggau bagi yang terkonfirmasi positif Covid -19 untuk di isolasi di Bandiklat Lubuklinggau, karena di Bandiklat saat ini sangat nyaman bahkan ada ruangan yang ber AC.

"Kemudian disana ada kamar mandi, bahkan makan minum obat-obatan disiapi, tempat tiduk makan dijamin tidak ada rasa takut dan semua itu gratis, saya minta masyarakat memahami ini," ujarnya.

Ia menambahkan, mengapa ia mengatakan hal demikian karena seperti yang ia lihat saat ini banyak masyarakat sudah mulai masa bodoh karena selalu menggantungkan dengan takdir.

"Selama ini selalu menggantungkan kepada Allah SWT, tapi sudah jelas Allah SWT menganjurkan bila ada virus kita disuruh menghindar, bukan melawan, walaupun tuhan semua yang menentukan, harus ada usaha dan ikhtiar dari kita," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved