Berita Pendidikan
Cerita Anak Petani Karet di Sumsel Raih Emas Olimpiade Nasional dan Lomba Akuntansi 2020
Dea Nofitri seorang siswi SMA Negeri Sumsel menorehkan prestasi dengan menjuarai Olimpiade Nasional dan Lomba Akuntansi
Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG-Masa pandemi Covid-19 tidak menghalangi siswa SMA Negeri Sumsel untuk terus mencetak prestasi.
Dea Nofitri seorang siswi SMA Negeri Sumsel menorehkan prestasi dengan menjuarai Olimpiade Nasional dan Lomba Akuntansi.
Siswi kelas XI ini meraih emas di ajang yang diselenggarakan oleh Ruang Dosen RI kolaborasi antara STAI YAPNAS Jeneponto, BRI, dan Mitra Abadi Sejahtera.
Pada ajang olimpiade tersebut, Dea, sapaan akrabnya ini menempati peringkat ke-2 terbaik nasional dalam bidang olimpiade IPS Terpadu untuk kategori SMA.
Kepada Tribun, anak pertama dari pasangan Suparman dan Rika mengaku sempat pesimis mengikuti olimpiade tersebut.
• Pemkot Pagaralam Minta Pagar Diler Ini Dibongkar, Terlalu Tinggi dan Halangi Pandangan Pengendara
Karena sempat beberapa kali ikut olimpiade selalu gagal dan hanya masuk di 30 atau 50 besar.
"Awalnya tahu lomba ini dari instagram Olimpiadenasional, dan lihat ada mapel IPS yang sesuai dengan jurusan saya dan tertarik," jelasnya, Senin (21/9/2020).
Anak petani karet yang tinggal di kecamatan Betung, Banyuasin ini mengaku sempat ragu untuk daftar karena sebelumnya sering sekali ikut lomba olimpiade namun gagal terus.
"Kalau dapat emas gak pernah biasanya sering masuk top 30 terbaik atau 50 terbaik kalau mengikuti olimpiade," tutur gadis berhijab ini.
Akhirnya berkat dukungan kedua orangtua, guru dan juga rasa kepercayaan ia pun akhirnya mengikuti lomba tersebut.
Ia mengatakan olimpiade dilaksanakan secara daring.
• Pengamat Unsri : Relevan Pilkada Ditunda Jika KPU dan Bawaslu Tak Mampu Jamin Protokol Kesehatan
"Jadi seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengerjakan soal olimpiade selama 90 menit di rumah masing-masing," kata gadis kelahiran 23 Desember 2003 ini.
Lanjut dia, selama waktu 1,5 jam tersebut ia mengerjakan berbagai soal pada kategori bidang IPS Terpadu mencakup mata pelajaran Geografi, Sejarah, Ekonomi, dan Akuntansi.
Sebelumnya, Dea tidak pernah mempelajari akuntansi karena baru belajar akuntansi sejak naik ke kelas XI.
"Jujur kalau untuk belajar akutansi ini baru sekali sejak naik kelas XI namun saya terus berusaha dan belajar dengan serius dan terus berlatih dalam mengerjakan soal," jelasnya.