Kabar Baik, KAI Bukit Serelo Akan Beroperasi 24 September, Ini Syaratnya, Ada Rapid Test

Sukarman mengatakan, kereta penumpang Bukit Serelo Kelas Ekonomi Lubuklinggau-Kertapati dan sebaliknya terhitung mulai tanggal 24 September 2020 menda

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Penumpang KAI Lubuklinggau saat memadati stasiun sebelum pandemi Covid-19 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Kabar baik untuk pengguna angkutan Kereta Api Indonesia (KAI).

Setelah lima bulan, Kereta Api (KA) Bukit Serelo dari Palembang ke Lubuklinggau dan sebaliknya akhirnya akan beroperasi dalam waktu dekat.

Kepastian KA penumpang ini akan beroperasi kembali normal seperti biasa disampaikan Kepala Stasiun PT.Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III, Lubuklinggau, Sukarman.

Sukarman mengatakan, kereta penumpang Bukit Serelo Kelas Ekonomi Lubuklinggau-Kertapati dan sebaliknya terhitung mulai tanggal 24 September 2020 mendatang akan kembali beroperasi.

"Insya Allah KA penumpang Bukit Serelo kelas ekonomi Kertapati – Lubuklinggau mulai tanggal 24 September 2020 akan di jalan kembali," kata Sukarman pada wartawan, Minggu (20/9/2020).

Sukarman menjelaskan, beroperasinya KAI Bukit Serelo ini setelah berdasarkan data Survey PT. KAI banyak masyarakat meminta kereta kembali beroperasi membawa penumpang.

Namun, karena saat ini sedang situasi pandemi Covid-19 PT. KAI memberlakukansyarat wajib bagi penumpang dengan harus memenuhi protokol kesehatan (Prokes) yang telah ditetapkan.

Sukarman menyebutkan, ada pun syaratnya, penumpang hanya dapat memesan tiket kereta H-7 sebelum keberangkatan, stasiun hanya melayani pembelian tiket go show (tidak melayani pemesanan).

"Bagi Calon Penumpang Kereta Api jangan lupa pastikan melengkapi diri dengan hasil PCR/SWAB/RAPID test (Sesuai dengan aturan yang berlaku).

Stasiun menyediakan pemeriksaan Rapid test dengan biaya Rp 85.000,- usahakan RAPID test dilakukan H-1 sebelum keberangkatan, hal ini mencegah terjadinya antrian saat hari H," ungkapnya.

Kemudian penumpang dalam kondisi sehat (tidak menderita Flu, demam, batuk, pilek) dan suhu badan penumpang tidak lebih dari 37.3 ͦC.

Penumpang wajib menggunakan masker. Penumpang wajib menggunakan Face Shield sepanjang perjalanan KA sampai dengan area kedatangan di stasiun tujuan.

" PT.KAI menyediakan Face Shield secara cuma-cuma kepada Penumpang KA Jarak Jauh. Penumpang Infant (Anak-anak dibawah 3 tahun) dihimbau membawa Face Shield sendiri. Penumpang menggunakan pakaian pelindung (pakaian lengan panjang atau jaket)," ujarnya.

Lalu menjaga diri sendiri dengan cara mencuci tangan atau menggunakan (handsanitizer), mengikuti aturan jaga jarak aman (physical distancing),menggunakan face shield dan masker dari stasiun, tidak menempati tempat duduk yang dilarang.

"Apabila penumpang tidak mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku maka penumpang tersebut tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan kereta api. Calon Penumpang dihimbau datang lebih awal ke stasiun paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta," ungkapnya.

Selanjutnya, jumlah saat berangkat jumlah gerbong saat berangkat isinya tidak 100 Persen, jumlah penumpang akan dikurangi 50 persen.

Misalkan gerbong saat situasi normal mampu menampung 100 orang, maka saat pandemi saat ini penumpang dikurangi menjadi 50 orang.

"Semoga pemberitahuan ini bermafaat bagi Masyarakat, dan keberangkatan menggunakan kereta api dapat menjadi tranportasi yang aman dan nyaman," ujarnya. (Joy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved