Ada Ortu Bunuh Anak Gegara Susah Belajar Daring di Banten, Pesan Kepsek SDN 30 Palembang ke Ortu ABK

Nuraini, mengatakan belajar daring ini memang beda dengan belajar tatap muka karena peran guru digantikan oleh orangtua di rumah.

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Weni Wahyuny
Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi Belajar 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menanggapi adanya kasus akibat belajar daring sehingga anak menjadi korban, Kepala SDN 30 Palembang, Nuraini, S.Pd.M.Si mengimbau kepada orangtua siswa untuk sabar mendampingi anak selama belajar daring di rumah.

Apalagi, SDN 30 Palembang sebagai sekolah inklusi yang menaungi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang juga harus ekstra sabar menghadapinya.

"Khusus untuk anak ABK di sini kita selalu meminta kepada orangtua agar ekstra sabar karena pendampingan kepada anak ABK ini berbeda dengan anak pada umumnya," jelasnya, Sabtu (19/9/2020).

Nuraini, mengatakan belajar daring ini memang beda dengan belajar tatap muka karena peran guru digantikan oleh orangtua di rumah.

Pedangdut Elvy Sukaesih Positif Covid-19, Fitria Sempat Curiga Sang Ibu Tak Mampu Mencium Bau

Sedang Sekarat, Rinaldi Dipaksa Sebutkan Password Handphone, Proses Mutilasi Makan Waktu 2 Hari

Curi Tas Oknum TNI Berisi Ribuan Pil Ekstasi, Seorang Pria Kejang-kejang setelah Minum 2 Butir

"Karena itu, kita minta mereka ini harus mendampingi secara sabar, apalagi bagi ABK ini jangan sampai dimarahi," beber dia.

Ia mengaku sudah mendapatkan banyak keluhan dari para orangtua untuk segera menyelenggarakan pendidikan secara tatap muka.

"Ya banyak sekali tapi kita kan mengikuti imbauan pemerintah situasi kita juga masih pandemi seperti ini," tegasnya.

Ia juga menghimbau kepada guru agar tidak memberikan beban kepada siswa dengan materi yang banyak.

"Kita sarankan jangan memberikan anak-anak banyak tugas yang penting anak aktif belajar di dalam daring ini," beber dia.

Bagi yang tidak daring, para wali siswa ini yang datang ke sekolah untuk mengambil tugas.

Begitu juga bagi siswa ABK , walisiswa yang mengambil.

Diketahui , untuk siswa ABK ini yang ada di SDN 30 Palembang berjumlah 109 siswa.

Seperti diketahui baru-baru kabar orangtua bunuh anak karena kesal susah belajar online cukup memperihatinkan.

Dikutip dari Kompas.com, polisi mengungkap fakta baru mengenai kasus pembunuhan terhadap seorang anak berusia 8 tahun di Lebak, Banten.

LH (26) seorang ibu yang tega membunuh anaknya mengaku kesal lantaran korban susah diajarkan saat belajar online.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved