Breaking News:

Pilkada Serentak di Sumsel 2020

Popo Ali - Soelihen Lawan Kotak Kosong di Pilkada OKUS, Anggota DPRD : Masyarakat Sudah Pintar

Pemerintah nanti akan menunjuk pelaksana tugas dalam menjalankan aktivitas pemerintahan. Jika Kotak kosong menang.

SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Pendaftaran : Pasangan Popo Ali - Sholehien saat mendaftar di KPUD OKU Selatan beberapa hari lalu, Senin (7/9/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), telah resmi menutup perpanjangan pendaftaran balon Bupati dan wakil Bupati untuk Pilkada OKUS 2020.

Selama masa perpanjangan sosialisasi 3 hari dan pendaftaran tiga hari tidak ada pasangan calon yang mendaftar ke KPU.

Hanya ada satu bakal pasangan calon yakni pasangan petahanan Popo Ali- Soelihen Abuasir yang mendaftar sebagai bakal pasangan calon.

Artinya, petahana dipastikan melawan kotak kosong alias Koko dalam pesta demokrasi 9 Desember mendatang.

Punggung Dilalap Api, Rusman Warga Pemulutan Spontan Nyebur ke Rawa, Disaksikan Istri

Pengedar Narkoba di Musi Rawas Kecele, Antar Sabu Tapi yang Pesan Anggota Polisi

Heru Prayogo
Heru Prayogo (Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan)

Menyikapi hal tersebut, anggota DPRD Sumsel asal daerah pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kabupaten OKU dan OKUS Heru Prayogo menilai, semua pihak baik masyarakat maupun partai politik yang ada puas dengan kepemimpinan Popo- Abuasir.

"Artinya tidak ada keraguan lagi akan kepemimpinan petahana yang ada saat ini," kata Heru Prayogo, Kamis (17/9/2020).

Politisi partai Golkar ini mengaku fenomena Pilkada mlawan kotak kosong sudah diatur dalam UU no 2 tahun 2016. Hal itu sangat dimungkinkan apabila dalam pilkada calon buputi/wabup tidak dapat dukungan dari masyarakat 50 % plus 1 dan apabila yang menang kotak kosong, maka pilkada tersebut tidak akan diulang

Pemerintah nanti akan menunjuk pelaksana tugas dalam menjalankan aktivitas pemerintahan. Jika Kotak kosong menang.

Mertua Menangis Arifin Tewas di Jembatan Musi IV, Tinggalkan 3 Anak : Dia Menantu yang Baik

Seorang Ayah di Palembang Menangis Kehilangan Anak Gadisnya, Terakhir Dijemput OTD Naik Mobil

Politisi Golkar ini menerangkan, KPU tidak lagi repot- repot untuk melaksanakan pilkada ulang. Melainkan KPU tinggal mengatur kembali pelaksanaan pilkada pada pelaksanaan berikutnya.

"Tapi saya rasa masyarakat sudah pintar, apa yang telah dirasakan dibawah kepemimpinan Popo, dan kenapa harus memilih kotak kosong jika pemimpinnya sudah bagus," tegasnya.

Hal berbeda diungkapkan anggota fraksi PKB DPRD Sumsel dari dapil yang sama Fathan Qoribi, dengan Pilkada hanya ada satu bapaslonkada menjadikan kemunduran demokrasi saat ini, khususnya di Kabupaten OKU.

Di mana di Kabupaten OKU hanya terdapat satu bapaslonkada, yaitu Kuryana Azis- Johan Anuar, meski Johan berstatus tersangka.

"Saya tidak setuju (lawan kotak kosong, karena merusak sistem dan jalannya demokrasi di suatu daerah itu sendiri. Karena pilkada itu sebagai wadah ajang kompetisi mengenai visi misi calon, kalau calon tunggal artinya tidak terwujud kompetisi itu," tukasnya

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved