Breaking News:

KPU OKU Sosialisasi Calon Tunggal dan Kolom Kosong Setelah Penetapan Calon, Pemilih Jangan Golput

Satu kolom berisi gambar paslon tunggal dan kolom yang satunyo lagi kosong atau tidak ada gambar manusia sehingga disebut kolom kosong.

sSRIPO/LENI JUWITA
Ketua KPU OKU Naning Wijaya ST. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Komering Ulu (OKU) segera mensosialisasikan pasangan calon (paslon) tunggal bupati dan Wakil bupati dan kolom kosong setelah ditetapkannya pasangan calon (paslon).

Nantinya di kertas suara ada 2 kolom. Satu kolom berisi gambar paslon tunggal dan kolom yang satunyo lagi kosong atau tidak ada gambar manusia sehingga disebut kolom kosong.

"Kita akan sosilisasikan kepada masyarakat bahwa Pilkada di OKU diiikuti oleh calon tunggal dan kolom kosong," terang Ketua KPU OKU Naning Wijaya ST, Selasa (15/9/2020).

Dikatakan Naning, KPU OKU akan melaksanakan tugasnya secara proporsional dan profesional mengedukasi pemilih soal sistem dan mekanisme pemilihan yang hanya diikuti satu pasangan calon saja atau Pilkada Calon Tunggal.

Pihak KPU akan mensosiliasikan kepada masyarakat bahwa pada pemilihan kepala daerah serentak di Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2020, Kabupaten OKU akan memiliki dua peserta pemilu yakni calon tunggal dan kolom kosong.

Sosilisasi itu baru bisa dilaksanakan setelah dilakukan penetapan pasangan calon dijadwalkan tanggal 23 September 2020.
Selanjutnya 24 September 2020 akan dilakukan pengundian dan penetapan nomor urut paslon tunggal dan kolom kosong (kotak kosong).

Ditegaskan Ketua KPU OKU, masa kampanye dilakukan dari tanggal 26 September hingga 5 Desember. Selama masa 70 hari kampanye itu merupakan kesempatan untuk melakukan sosialisasi.

Khusus untuk paslon kata ketua KPU OKU, sebagian dana kampanye akan difasilitasi oleh KPU . Sedangkan kolom kosong memang tidak difasilitasi oleh KPU, sebab biaya kampanye yang difasilitasi oleh KPU hanya tim kampanye yang didaftarkan ke KPU.

Sebaliknya kolom kosong atau kotak kosong meskipun diakui dan dihitung sebagai peserta pemilu namun tidak memiliki tim kampanye resmi yang didaftar ke KPU.

Bagi kelompok masyarakat diperbolehkan melakukan sosilisasi untuk kotak kosong atau koko ini namun tidak boleh menggunakan alat peraga karena alat peraga merupakan bagian dari kampanye dan kotak kosong memang tidak difaslitasi untuk kampanye.

Di sisi lain, kehadiran calon tunggal dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2020 menyebabkan adanya kotak kosong sebagai lawan.
Kolom kosong adalah sebuah pilihan pemungutan suara dalam beberapa yurisdiksi atau organisasi yang dirancang untuk mengizinkan pemilih untuk meyatakan ketidaksetujuan terhadap para kandidat dalam sebuah sistem pemungutan suara.

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved