Breaking News:

Corona di Prabumulih

Warga Prabumulih Tak Pakai Masker Bakal Didenda Rp 50 Ribu, Tempat Usaha Disanksi Rp 1 Juta

Hal itu menindaklanjuti Peraturan Gubernur Sumatera Selatan yang akan mengenakan sanksi denda kepada masyarakat tak mengenakan masker

Penulis: Edison | Editor: Wawan Perdana
tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi Masker : Masyarakat kota Prabumulih yang tidak mengenakan masker dan pelaku usaha serta kantor tidak menerapkan protokol kesehatan, siap-siap kena sanksi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Masyarakat kota Prabumulih yang tidak mengenakan masker dan pelaku usaha serta kantor tidak menerapkan protokol kesehatan, siap-siap kena sanksi.

Pemerintah kota Prabumulih melalui Bagian Hukum dan Perundang-undangan tengah menyusun Peraturan Walikota (Perwali) terkait aturan penerapan sanksi tak pakai masker maupun tak terapkan protokol kesehatan.

Hal itu menindaklanjuti Peraturan Gubernur Sumatera Selatan yang akan mengenakan sanksi denda kepada masyarakat tak mengenakan masker.

"Kita saat ini tengah menyusun perwako terkait sanksi dan denda untuk masyarakat tak pakai masker dan pelaku usaha tak terapkan protokol kesehatan," ungkap Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Pemkot Prabumulih, Sanjay Yunus ketika diwawancarai wartawan di gedung DPRD Prabumulih, Selasa (1/9/2020).

Sanjay menegaskan, dalam perwako tengah disusun pihaknya disebutkan jika masyarakat tak pakai masker akan dikenakan sanksi denda Rp 50 ribu.

Bunuh Pria yang Ganggu Istrinya, Pegawai BPKAD Sumsel Ini Dituntut 15 Tahun Penjara

Bagi pelaku usaha sanksi akan diberikan mulai dari uang Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

"Tentu sebelum perwako itu nantinya diterapkan, terlebih dahulu akan disosialisasikan ke masyarakat sehingga dipahami dan masyarakat memakai masker serta menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Lebih lanjut suami anggota DPRD Prabumulih dari PKS yakni Nursila itu, kedepan dalam penerapan perwako akan melibatkan berbagai instansi baik dilingkungan pemerintah maupun instansi vertikal seperti pengadilan dan akan dilakukan sidang ditempat.

"Terkait dana saksi ini yang masih kita pelajari sehingga dana dari hasil pelaku melanggar yang disetor akan benar masuk ke kas negara," lanjutnya.

Disinggung apakah selain melakukan sosialisasi denda tak pakai masker juga akan membagikan masker terlebih dahulu ke masyarakat, Sanjay menuturkan, hal itu tidak diperlukan lagi disebabkan Pemkot Prabumulih sudah sejak lama melakukan upaya pencegahan dengan membagikan puluhan ribu masker.

Penerima PKH di Lubuklinggau, Musirawas, dan Muratra Juga Akan Terima Bantuan Beras 15 Kg

"Sosialisasi pakai masker dan protokol kesehatan sudah sejak lama dilakukan pemerintah kota Prabumulih, bahkan semua OPD, instansi vertikal, organisasi masyarakat, PKK dan lainnya terus membagikan masker, membagikan tempat cuci tangan dan sosialisasi protokol kesehatan," bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, dr Happy Tedjo membenarkan jika peraturan walikota tentang sanksi tak pakai masker telah disusun.

"Sudah disusun, sekarang di bagian hukum, nanti tak langsung diterapkan tapi akan disosialisasikan dulu," tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved