Ditlantas Polda Sumsel Temukan 5 BPKB Palsu yang akan Balik Nama, Ini Perbedaan BPKB Asli dan Palsu

Kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk masyarakat yang ingin membeli mobil.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Weni Wahyuny
Tribun Jogja
Ilustrasi stnk dan bpkb motor 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -  Ditlantas Polda Sumsel menemukan lima Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) palsu yang akan dibalik nama.

Karena kejelian dari anggota Ditlantas Polda Sumsel, sehingga Bea Balik Nama (BBN) dari berkas yang masuk tersebut tidak langsung diproses.

Ditlantas melakukan penelusuran, hingga akhirnya ditemukan ada lima BPKB palsu yang akan diproses balik nama.

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni menjelaskan, berawal dari proses balik nama yang dimasukkan masyarakat, ditemukan lima BPKB palsu.

Dari situ, dilakukan pengecekan berkas dan penelusuran.

"Diduga BPKB palsu ini dicetak di luar kota. Kejadian ini, biasanya orang yang membeli mobil bukan di showroom atau pemilik mobil itu. Tanpa sadar, setelah membeli dan akan dibalik nama ternyata BPKB-nya palsu " ujar Juni, Senin (31/8/2020).

VIRAL Video Detik-detik Firman Tewas Dibacok di Lorong Terusan Palembang, jadi Tontonan Warga

Kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk masyarakat yang ingin membeli mobil.

Bila ingin membeli kendaraan, lebih baik melihat kelengkapan surat-suratnya.

Untuk mengenali apakah BPKB palsu atau palsu, masyarakat dapat melihat melihat dari buku BPKB tersebut.

Buku BPKB yang asli akan terlihat berbeda dengan buku BPKB palsu.

Buku BPKB asli terlihat dari logo Polri terlihat memiliki warna kuning terang ketimbang BPKB palsu.

Begitu pula dengan tekstur buku BPKB asli akan terasa lebih kasar ketimbang buku BPKB palsu.

Bagian dalam buku BPKB asli juga memiliki hologram, sedangkan BPKB palsu tidak memiliki hologram.

Diperlakukan Bak Manusia, Babi Hutan Jinak di Muratara Kenakan Pakaian, Makan Nasi dan Minum Susu

"Kami sarankan, masyarakat yang ingin membeli kendaraan untuk tidak melakukan transaksi di malam hari, dipinggir jalan atau melalui COD. Karena, ini salah satu indikasi dari penelusuran yang kami lakukan. Sebaiknya, bertemu langsung dengan pemilik mobil di rumahnya atau di showroom," jelas Dirlantas.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved