Dirgahayu Republik Indonesia

Selain Mainan Kapal dan Telok Abang, Makanan Ini Selalu Ada di Momen 17 Agustus di Palembang

Lebih kurang selama 20 tahun, warga asli Palembang ini menjadi pedagang tahunan menjual pernak-pernik khas 17 Agustus yang sudah jadi kebiasaan turun

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA DWI ANGGRAINI
Nurbaya (61), salah seorang pedagang telok Abang, telok ukan dan mainan kapal di Jalan Merdeka Palembang 

Udin yang dalam kesehariannya bekerja sebagai tukang becak, mengaku telah mempersiapkan dagangannya dari bulan Januari lalu.

Sebab ia menuturkan, tidak mudah untuk membuat satu mainan dari kertas karton yang menjadi tradisi di Palembang saat momen kemerdekaan.

"Proses pengeringannya yang cukup lama, bisa memakan waktu 2-3 hari. Kalau tidak benar-benar kering, barangnya jadi cepat rusak. Biasanya mainan itu dibuat dari karton padi. Terus juga membentuk pola, itu memakan waktu. Jadi memang tidak sebentar proses membuatnya sampai benar-benar jadi," kata Udin.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved