Berita Kriminal

Irine Siska, Janda di Sidoarjo Dibunuh Kekasih, Pelaku Naik Pitam Usai Cium Bau Sperma di Sofa

Pelaku naik pitam hingga membunuh Irine gara-gara mencium bau sperma di sofa, Peristiwa itu terjadi 27 Juni 2020 lalu

SURYAMALANG.COM/M Taufik
Evakuasi jenazah Irine Siska Windyastuti (43) di Perumahan Alam Juanda Blok BB/10 Sidoarjo, Rabu (1/7/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Polisi akhirnya menangkap pembunuh seorang janda di Sidoarjo yang bernama Irine.

Pelaku bernama Bayu Andi Irawan (32) warga Karangploso, Malang.

Bayu tega menghabisi nyawa Irine Siska Widyastuti (43), janda yang tinggal di perumahan Alam Juanda, Sedati, Sidoarjo.

Pengakuan mengejutkan disampaikan Bayu di sela menjalani pemeriksaan di Polresta Sidoarjo, Rabu (12/8/2020).

Dia mengaku cemburu, hingga gelap mata dan tega membunuh pacarnya tersebut.

Pelaku naik pitam hingga membunuh Irine gara-gara mencium bau sperma di sofa,

Peristiwa itu terjadi 27 Juni 2020 lalu.

Sekira pukul 21.00 WIB, Bayu datang ke rumah Irine.

Dia sempat kaget karena ketika datang ada dua pria keluar dari rumah Irine.

Meski cemburu, emosinya berhasil diredam.

Bayu dan Irine kemudian makan bersama di rumah, dilanjut minum-minuman keras berdua.

"Minum red label," ujar Bayu saat ditanya penyidik.

Usai pesta miras, mereka pun berhubungan layaknya suami istri.

Pagi hari setelah bangun tidur, Irine masak dan sempat makan berdua di rumah kontrakan tersebut.

Sekira pukul 09.00 WIB keduanya kembali menenggak miras di ruang tamu rumah tersebut sambil tiduran.

Nah, saat itulah Bayu mencium bau seperti sperma di sofa rumah Irine.

Bayu marah-marah, kemudian terjadi cekcok mulut di antara mereka.

"Pelaku kemudian mendorong korban hingga jatuh ke lantai ruang tamu.

Lalu korban dibekap dengan tangan pelaku hingga tak bisa bernafas," ungkap Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji.

Melihat korban tak bernyawa, pelaku kemudian kabur.

Dia membawa mobil Honda HRV bernopol L 1487 IU milik perempuan yang bekerja sebagai manager regional sebuah perusahaan swasta.

"Setelah melalui serangkaian pencarian dan penyelidikan, pelaku berhasil ditangkap saat berada di Surabaya.

Dan dia sudah mengakui semua perbuatannya tersebut," ujar Sumardji.

Irine Siska ditemukan tergeletak di ruang tamu rumahnya di Perumahan Alam Juanda, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo Rabu (1/7/2020) lalu.

Saat ditemukan kondisinya sudah membengkak.

Yang pertama menemukan adalah Adi Wicaksono, adik ipar korban.

Pria asal Krian itu datang ke rumah Irine setelah diminta tolong oleh keluarga.

Karena sudah tiga hari tidak bisa dihubungi.

Karena telepon berbunyi tapi tidak ada respon, keluarga bersama petugas mendobrak rumah korban.

Saat itulah, ditemukan Irine sudah tergeletak tak bernyawa di ruang tamu rumahnya.

Sebelumnya diberitakan warga di Perumahan Alam Juanda Sidoarjo dikagetkan dengan penemuan jasad janda Irine Siska Windyastuti tergeletak di ruang tamu rumahnya.

Adapun Irine Siska diduga menjadi korban pembunuhan karena ada dua indikasi.

Pertama, mobilnya raib sejak Minggu malam.

Kedua, Irine Siska meninggal dunia dalam kondisi masih membawa tas dan bersepatu.

Namun polisi masih berupaya mengungkap peristiwa ini.

"Keluarga dan rekan kerja korban juga dimintai keterangan. Kita mencari petunjuk, siapa orang terakhir yang bersama korban," lanjut Kanit Reskrim Polsek Sedati Ipda Vebby Andis Ferdian, Kamis (2/7/2020).

Dalam rekaman kamera pengintai akses utama perumahan di Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo tersebut, terlihat mobil CRV milik korban keluar dari perumahan pada Minggu malam.

Tapi hingga sekarang, mobil operasional perusahaan tempat Irine bekerja itu belum jelas keberadaannya.

"Penyelidikan masih terus dilakukan.

Termasuk mencari keberadaan mobil tersebut," katanya.

Polisi juga memintai keterangan keamanan perumahan.

Namun semua tidak tahu dan tidak melihat hal-hal mencurigakan beberapa hari terakhir.

Bahkan, pihak scurity tahunya setelah mendapat laporan dari keluarga korban.

Lantas bersama keluarga dan pihak kepolisian mendobrak rumah, dan mengetahui manager perusahaan swasta tersebut tergeletak tak bernyawa di ruang tamu.

Di sisi lain, polisi juga mengamankan tas selempang kecil dan dua sepatu dari lokasi kejadian.

Tas selempang masih menempel di tubuh korban ketika tergeletak tak bernyawa di ruang tamu rumahnya juga sepatu yang masih dikenakan korban.

Barang itu sempat dibersihkan dulu menggunakan air oleh petugas. Baru kemudian dibawa ke kantor polisi. Karena tas yang ditemukan itu juga terkena cairan dari tubuh korban yang sudah membengkak.

Janda yang tinggal sendirian di rumahnya itu duduga meninggal dunia akibat pembunuhan.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Gara-gara Bau Sperma di Sofa, Bayu Tega Membunuh Pacarnya

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved