Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Melihat Songket dan Batik Khas Lubuklinggau dengan Motif Durian, Dipatenkan Sejak Tahun 2016

Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana mengungkapkan, perkembangan Songket dan Batik Durian di kota ini dimulai sejak Maret 2013 lalu

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Wawan Perdana
Istimewa
Batik Durian saat diperagakan dalam acara Linggau fashion show. 

Ragam bentuk motif yang terdapat pada kain songket Lubuklinggau ini umumnya bersumber 11 dari alam seperti flora, fauna, siku-siku yang direka-bentuk, diabstrakkan atau dimodifikasi kembali, sehingga menghasilkan motif baru.

Saat ini Songket dan Batik Durian khas Kota Lubuklinggau sudah memiliki hak paten dari Kementerian Hukum dan HAM Nomor : C00201604294 tanggal 26 Oktober 2016.

Demikian juga dengan seni motif Songket Durian Berantai telah dipatenkan dengan Pemegang Hak Cipta Pemerintah Kota Lubuklinggau, pertama kali diumumkan pada 17 Oktober 2015.

Untuk motif Batik Belah Durian Lubuklinggau juga telah dipatenkan sejak 18 November 2019 dengan Nomor :EC00201982390 dan diumumkan pertama kali pada 17 Juli 2013 di Lubuklinggau dengan pemegang Hak Cipta atas nama Hj Yetti Oktarina Prana.

Sedangkan untuk Songket Motif Kopi pertama kali diumumkan pada 17 Oktober 2015 dengan nomor surat pencatatan ciptaan C00201604293 tanggal 26 Oktober 2016 pemegang hak cipta Pemkot Lubuklinggau.

Rina pun mengungkapkan, dalam kurun waktu setahun Dekranasda Kota Lubuklinggau berhasil memasarkan produknya di Jakarta dengan melaksanakan MoU bersama Sugiarta Yasa selaku President Director Sarinah Indonesia di Lantai 10 Gedung PT Sarinah Jl. M. H. Thamrin No. 11, RT.8/RW.4, Gondangdia, Menteng, Central Jakarta City, Jakarta 10350, Indonesia, Kamis pada 12 Oktober 2019 lalu.

“Insya Allah produk binaan kita akan segera dijual dan dipamerkan di Gerai Plaza Sarinah Thamrin," jelasnya saat itu.

Isteri dari H SN Prana Putra Sohe ini mengaku tidak pernah menyangka sebelumnya kalau 'Songket Durian' yang dikembangkan beberapa tahun terakhir berhasil mencuri perhatian secara nasional. Bahkan daya tarik Songket Durian yang memiliki delapan varian motif tersebut semuanya sudah dilengkapi dengan "Sertifikat Paten".

Rina menyebutkan, harga batik ini tergolong terjangkau kisaran Rp 150 hingga Rp 200 ribu, sedangkan untuk kain songket durian yang kini telah dijual hingga ke Sarinah Plaza dengan harga berkisar Rp 2,5 juta hingga yang termahal Rp 3,5 juta.

Bahkan Ketua Dekranasda Sumsel, Hj Feby Deru pun mengaku sangat puas menyaksikan penampilan Dekranasda Kota Lubuk Linggau yang terpilih mewakili Provinsi Sumsel dalam ajang peragaan busana pada Pameran Kriyanusa hari kedua di Balai Kartini Jakarta, Kamis (12/9/2019) lalu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved