Breaking News:

Beredar Poster Unjuk Rasa Mahasiswa UMP: Orang Miskin Dilarang Kuliah di Sini

Dengan jumlah potongan UKT itu karena jumlah mahasiswa UMP sebanyak 10.500 orang, pihak kampus mengalokasikan dana Rp 6,5 miliar hingga Rp 7 miliar.

TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
UNJUK RASA - Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menggelar aksi unjuk rasa di kampus mereka pada Jumat (7/8/2020) siang. 

 TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menggelar aksi unjuk rasa di kampus mereka pada Jumat (7/8/2020) siang. Aksi belasan mahasiswa ini beredar di media sosial.

Tampak pada foto yang beredar di luar dan di dalam lingkungan kampus, mahasiswa meminta biaya uang kuliah tunggal (UKT) diturunkan.

Pihak kampus menjelaskan, aksi mahasiswa ini memang terkait permintaan penurunan biaya UKT.

Wakil Rektor III UMP Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Dalam Negeri, Dr Ir Mukhtarudin Muchsiri menjelaskan, terkait UKT yang didasarkan arahan Mendikbud RI dan surat edaran Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), agar perguruan tinggi memberi keringanan dalam pembayaran UKT.

"Jauh sebelum kebijakan dari pemerintah, UMP telah memberikan keringanan berupa pemotongan UKT yakni sebesar Rp 225 ribu di semester genap tahun 2019/2020 dan di semester ganjil tahun 2020/2021 sebesar Rp 300 ribu permahasiswa," kata Mukhtarudin kepada wartawan, Jumat (7/8/2020).

Dengan jumlah potongan UKT itu, lanjut Mukhtarudin, karena jumlah mahasiswa UMP sebanyak 10.500 orang, pihak kampus mengalokasikan dana sebesar Rp 6,5 miliar hingga Rp 7 miliar.

Meskipun sesungguhnya ini sulit bagi keuangan universitas, kata Mukhtarudin, namun karena ini kondisi pandemi yang berdampak pada keuangan mahasiswa, maka kebijakan pemotongan UKT itu dilakukan.

"Ada beberapa mahasiswa yang merasa itu (pemotongan UKT) masih terlalu kecil karena mahasiswa ini kan menghitungnya 'wah saya cuma dapat terima Rp 525 ribu, kecil sekali'," ujar Mukhtarudin.

Sementara bagi pihak UMP, jika dikalkulasikan dengan jumlah mahasiswa yang ada, anggaran pemotongan UKT dinilai cukup 'menyakitkan' anggaran universitas.

"Sebetulnya mahasiswa ini sudah melakukan dialog dengan pihak rektorat. Disampaikan kepada mahasiswa bahwa jika masih ada yang merasa keberatan dengan pembayaran UKT ini, maka bisa diangsur," kata Mukhtarudin.

Halaman
12
Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved