Breaking News:

Cerita Khas Palembang

Mengenal Sosok Tarech Rasyid, Rektor Baru Universitas IBA Palembang, Akan Buat Asrama Tahfidz  

Lulusan S3 Program Studi Sosiologi-Antropologi UNPAD tahun 2011 ini siap untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dirancang

Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Dr Tarech Rasyid baru saja terpilih menjadi rektor Universitas IBA Palembang periode 2020-2024. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Dr Tarech Rasyid baru saja terpilih menjadi rektor Universitas IBA Palembang periode 2020-2024.

Lulusan S3 Program Studi Sosiologi-Antropologi UNPAD tahun 2011 ini siap untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dirancang demi memajukan universitas IBA.

"Visinya adalah menjadikan IBA sebagai universitas yang unggul berjiwa entrepreneur berdasarkan nilai-nilai kebangsaan religius," ujarnya saat dibincangi Tribunsumsel.com di ruang kerjanya, Sabtu (1/7/2020).

Secara resmi, Tarech akan dilantik sebagai rektor universitas IBA pada Selasa (1/8/2020) mendatang.

Ia mengaku siap membuat gebrakan untuk menciptakan lulusan-lulusan yang tak hanya memiliki kualitas dalam bidang pendidikan dan enterpreneur saja, namun juga bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia.

"Selain akan ada pekan pasar mahasiswa untuk membangun jiwa enterpreneur mahasiswa, kami juga berencana akan membangun Asrama Tahfidz Universitas IBA. Hal ini tidak lain sebagai turunan yang kental dari nilai-nilai berkebangsaan religius sebagaimana yang dicerminkan oleh pendiri yayasan IBA yakni almarhum Bajumi Wahab dan istrinya ibu Ida Bayumi Wahab," ujarnya.

Sebelum berkecimpung dalam dunia pendidikan, pria kelahiran Palembang, 7 November 1956 ini memiliki segudang pengalaman yang menarik untuk diulas.

Diantaranya, Tarech pernah menjadi seorang wartawan, aktivis dan begitu mencintai dunia seni salah satunya teater.

Ia pun memiliki segudang pengalaman dan terlibat dalam berbagai NGO (Non Government Organization) atau biasa juga disebut LSM yang aktif dalam berbagai gerakan sosial dan budaya.

"Yang paling berkesan tentu saja ketika saya jadi wartawan. Ada berbagai hal yang tidak bisa dilupakan saat menjalani profesi tersebut," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved