Pembunuhan di Tangga Buntung

Cerita Pelarian Robi Tersangka Pembunuh di Lorong Jambu, Sembunyi di Rawa Kabur ke Mata Mera

Ia sembunyi karena takut dikejar massa yang ada di depan rumah korban di Lorong Jambu, Jalan Kadir TKR, 36 Ilir, Gandus, Palembang, 21 Juli lalu

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
M Robi tersangka pembunuhan di Lorong Jambu, Tangga Buntung Palembang, menyerahkan diri ke Polsek IB 2 Palembang, Selasa (28/7/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-M Robi (25), tersangka pembunuh Sj (56 tahun) di Tangga Buntung, yang sempat buron akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Ilir Barat (IB) 2 Palembang, Selasa (28/7/2020).

Saat rumahnya dikepung, Robi bersembunyi di rawa-rawa tidak jauh dari lokasi kejadian.

Ia sembunyi karena takut dikejar massa yang ada di depan rumah korban di Lorong Jambu, Jalan Kadir TKR, 36 Ilir, Gandus, Palembang, 21 Juli lalu.

Melihat kondisi sudah aman, Robi baru keluar dari persembunyiannya dan mencari ojek untuk kabur.

Ia meminta diantarkan ke Mata Merah untuk bersembunyi di sana.

Selama seminggu bersembunyi di Mata Merah Kalidoni, tersangka memutuskan menyerahkan diri.

Selain merasa bersalah ia juga takut ditembak polis bila tertangkap.

"Aku kesal sama korban, karena mengancam kakak. Korban itu mendatangi rumah kami dengan membawa parang dan mengancam. Karena itulah, aku kesal dan pulang ke rumah mengambil parang dan langsung mengejarnya hingga ke rumah korban," katanya saat diamankan di Polsek IB 2 Palembang, Selasa (28/7/2020).

Ia menceritakan, mereka tidak menunggu korban.

Melainkan langsung mengejar korban hingga ke rumah sesaat korban mendatangi rumah mereka dengan membawa dua parang sambil mengancam.

Berhasil mengejar korban, ia langsung membacok korban dibagian leher sebanyak satu kali.

Sisanya, dilakukan kakak dan bapaknya di luar rumah korban.

Kakak dan ayah Robi telah diamankan polisi pada hari kejadian pembunuhan itu.

"Aku langsung masuk ke rumah korban dan membacok korban. Aku tahu kalau sudah membunuh orang, itu perbuatan salah."

"Makanya, aku pikir lebih baik menyerahkan diri untuk bertanggung jawab. Lebih baik menyerahkan diri ketimbang nanti tertangkap dan ditembak polisi," pungkasnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved