Corona di Palembang

RRI Palembang Lockdown 2 Minggu, Siaran Berita Tetap Berjalan

Guna mengantisipasi perkembangan Covid-19 bagi segenap karyawan dan reporter, Radio Republik Indonesia (RRI) Palembang memberlakukan lockdown

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Siemen Martin
TRIBUNSUMSEL.COM/WENI WAHYUNY
Ilustrasi RRI (foto tidak ada kaitan dengan isi berita) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Guna mengantisipasi perkembangan Covid-19 bagi segenap karyawan dan reporter, Radio Republik Indonesia (RRI) Palembang memberlakukan lockdown selama dua minggu.

"Ya, benar. Lockdown dalam arti RRI Palembang hanya me-relay siaran program 3 Jakarta," kata Kepala Stasiun RRI Palembang, Ahmad Bahri saat dihubungi TribunSumsel.com, Senin (27/7/2020).

Pemberlakuan lockdown ini, lanjut Bahri, dimulai sejak tanggal 17 hingga 30 Juli mendatang.

Namun aktivitas penyiaran berita di RRI Palembang tidak berhenti, melainkan tetap mengudara selama masa lockdown tersebut.

"Administrasi perkantoran tetap bekerja. 30 persen karyawan kami tetap masuk untuk menjaga kesinambungan siaran. Satpam, operator pemancar, operator studio, saya pun tetap masuk," jelas Bahri.

"Tentunya masuk kerja dengan menetap protokol kesehatan, cuci tangan pakai sabun dan hand sanitizer, pakai masker, jaga jarak," kata pria yang sebelumnya menjabat Kepala Stasiun RRI Bengkulu ini.

Lebih lanjut Bahri mengatakan, kebijakan lockdown ini berdasarkan instruksi direksi RRI pusat agar stasiun di daerah yang ditetapkan zona merah, melakukan upaya pencegahan, di antaranya lockdown dalam jangka waktu tertentu.

"Untuk reporter RRI Palembang tetap berdinas setiap hari untuk memberikan laporan ke pusat. Dan mereka juga tetap menerapkan protokol kesehatan dalam bertugas," terang Bahri.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved