Cerita Khas Sumsel

Asal Usul Penamaan Danau Teluk Gelam di OKI, Berasal Dari Kesedihan Putri Gelam

Selain pemandangan indah yang ditunjukkan danau tersebut, ternyata menyimpan mitos hingga dinamakan danau teluk gelam.

Penulis: Winando Davinchi |
Tribun Sumsel/ Winando
Komunitas Adhiyaksa Jeep Club sedang menjajal jalan berlumpur mengelilingi danau wisata Teluk Gelam seluas 250 hektare, Minggu (12/7/2020). 

TRIBUNSUMSEL, KAYUAGUNG - Danau wisata teluk gelam menyimpan cerita tersendiri hingga menjadi objek wisata andalan kabupaten Ogan Komering Ilir.

Danau tersebut berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Desa Serapek, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.

Lokasi yang cukup strategis terletak di Jalan Lintas Timur (Jalintim), jika dari Kota Kayuagung masyarakat dapat menempuh dalam waktu kurang lebih satu jam perjalanan.

Selain pemandangan indah yang ditunjukkan danau tersebut, ternyata menyimpan mitos hingga dinamakan danau teluk gelam

Seperti yang disampaikan Yusrizal, sejarawan Kabupaten OKI, bahwa dahulu kala, tersebutlah sebuah kerajaan bernama Bayang-bayang.

Kerajaan ini di perintah oleh seorang raja yang arif bergelar Mangkubumi, dan raja itu memiliki seorang putra bernama Tapa Lanang

Saat Tapa Lanang berumur tujuh tahun ia ditinggal pergi ibunya, kesedihan dan kedukaan melanda negeri bayang-bayang.

"Namun kesedihan itu tak berlangsung lama karena sang raja mempersungting seorang istri yang juga membawa anak seumur Tapa lanang.

Hari berganti - hari dan tahun pun silih berganti, tapa lanang tumbuh dewasa dan menginjak umur 21 tahun," jelasnya menceritakan sejarah.

Kedua putra Raja Mangkubumi tersebut tumbuh dengan perangai dan perilaku yang cukup jauh berbeda.

Pada suatu hari Mangkubumi bersikap kasar terhadap Tapa lanang akibat perbuatan yang tidak di sengaja olehnya.

"Sehingga Tapa Lanang di usirnya dari kerajaan bayang-bayang," ujarnya.

Diceritakan lebih lanjut, dalam pengembaraannya yang tak tentu arah sampailah Tapa Lanang di sebuah talang, disanalah ia beristirahat dan melihat sebuah gubuk dengan seorang gadis cantik yang berambut sangat panjang.

Gadis itu bernama Putri Gelam, seorang putri kayangan terkena tenung sehingga diusir dari kerajaan.

"Akhirnya mereka menikah dan hidup berbahagia dengan memiliki dua anak, satu putra dan seorang putri," pungkasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved