Fatimah Diterkam Buaya 6 Meter, Potongan Tubuhnya Ditemukan di Perut Buaya, Ini Kronologinya

Kejadian wanita dimakan buaya terjadi di Kalimantan Utara, badan si wanita ditemukan di dalam perut buaya.

Editor: Moch Krisna
(ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAH)
ILUSTRASI BUAYA - Seekor buaya liar yang terjerat sampah ban bekas sepeda motor kembali muncul di permukaan sungai di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (30/10/2017). Satwa dilindungi dengan panjang sekitar empat meter itu sudah terjerat ban selama lebih dari satu tahun sejak pertama kali terlihat pada 20 September 2016 dan hingga kini belum bisa diselamatkan dari jeratan ban tersebut. (ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAH) 

TRIBUNSUMSEL.COM --Kejadian wanita dimakan buaya terjadi di Kalimantan Utara, badan si wanita ditemukan di dalam perut buaya

Berita Warga negara Indonesia dimakan buaya menjadi pemberitaan media internasional.

Sebelumnya, seorang warga Kabupaten Siak, Riau, disantap buaya air asin ketika sedang mancing di sungai.

Cerita Safri dimakan buaya menjadi berita internasional.

Kali ini, seekor buaya air asin sepanjang 6 meter kembali memakan manusia.

Buaya yang memakan Fatimah (55) warga Kalimantan Utara ditangkap warga lalu dibunuh. Dari dalam perutnya, jasad Fatimah dikeluarkan lalu dikubur. (Viralpress/dailymail)
Buaya yang memakan Fatimah (55) warga Kalimantan Utara ditangkap warga lalu dibunuh. Dari dalam perutnya, jasad Fatimah dikeluarkan lalu dikubur. (Viralpress/dailymail) ()

Korbannya adalah seorang perempuan berusia 45 tahun di Kalimantan Utara.

Dailymail.co.uk memberitakan, ini adalah saat yang mengerikan ketika anggota tubuh perempuan dikeluarkan dari perut buaya yang memakannya.

Binatang buas itu menerkam wanita berusia 45 tahun itu, yang hanya disebut sebagai Fatimah, saat sedang memancing di sebuah sungai di Kalimantan Utara, Indonesia, Jumat malam lalu.

Teman-teman yang terkejut mendengar teriakan Fatimah dan menyaksikan dengan ketakutan ketika reptil menjepit rahangnya di sekeliling tubuhnya dan menyeretnya ke bawah permukaan air.

Buaya sepanjang 19 kaki itu ditangkap pada hari berikutnya setelah penduduk yang marah memburunya. '

Rekaman mengerikan menunjukkan penduduk setempat memotong perut buaya dan menghapus anggota tubuhnya.

Kepala Fatimah yang terpenggal dan bagian tubuh lainnya kemudian ditemukan di dekatnya, setelah dibuang oleh buaya.

Jadi, buaya hanya memakan tubuh Fatimah, sementara kepalanya tergeletak di pinggir sungai.

Amiruddin, kepala Badan SAR Nasional Tarakan mengatakan: 'Polisi pertama kali menembak buaya. Kemudian, perut buaya dibelah, dan potongan-potongan dari tubuh korban ditemukan. 

Saksi mata mengatakan Fatimah diserang oleh buaya besar saat dia melepaskan makanan ke dalam air di Pulau Tibi di Kabupaten Bulungan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved