Najwa Shihab Beri Pesan Tiap Diundang Ditolak, Terjawab di Mana Menkes Terawan Jelang New Normal
"Ada satu pertanyaan penutup dari Instagram, pertanyaannya 'Mbak Nana titip pertanyaan, Pak Terawan ada di mana ya?',"
"Dan hari Sabtu kami rapat dengan Majelis Ulama untuk pesantren-pesantren," ceritanya.
Ia menambahkan, dokter Anaklah yang tahu dengan jelas mengenai Virus Corona pada anak-anak.
"Kami tahu ilmunya Nana, tentulah kami juga pakar-pakar yang paham mengenai statistik dan kami tahu," imbuhya.
Lalu, dokter Aman bercerita bahwa di suatu provinsi ada 1000 sample Virus Corona pada anak.
Ia tidak bisa membayangkan kasus baru Virus Corona pada anak.
"Dan ini hasilnya dengan segala analisis tadi, sekarang ada di suatu provinsi seribu sample masih menunggu, kita tidak tahu lagi berapa anak nanti kalau rapat setiap senin akan sakit," ungkapnya.
Lalu, dokter Aman bertanya pada Najwa Shihab maupun Pakar Gugus Tugas Covid-19, bersedia tidak anak-anak mereka kembali sekolah pada saat seperti ini.
"Nah jadi kami memahami perasaan ini, dan pertanyaannya yang utama juga saya tanyakan juga di sini."
"Kalau misalnya Nana punya anak, Pak Wali Kota punya anak, Pak Pandu punya cucu atau anak, atau Pak Wiku punya cucu atau anak, siap enggak kalau minggu depan disuruh sekolah," ungkap dokter Aman.
Lalu, dirinya yang juga pengurus organisasi kesehatan anak di kancah Internasional menceritakan banyak negara lain belum siap membuka sekolah.
"Saya katakan berulang kali, bukan saya ingin mengatakan, saya juga Presiden Anak Asia Pasific, dan Eksekutif dokter Anak di seluruh dunia."
"Kemarin kita rapat lagi, tadi pagi saya tanya lagi dengan Pakistan, Pakistan belum siap, jumlah pemeriksaan lima kali dari kita," ungkap dia.
Hanya Singapura yang siap dengan pembukaan sekolah itupun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
"Malaysia 20 kali dari kita mereka belum siap, Singapura sudah siap. Singapura itu pemeriksaannya 50 kali dari kita," ujarnya.
Meski dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, namun rupanya masih ada saja anak yang tertular Covid-19.