Pembunuhan di Palembang
Kematian Sang Suami yang Ditikam di Wilayah Kuto Batu Palembang Seperti Mimpi Bagi Yuli
Dodi yang tewas dengan luka tusuk di sekujur tubuhnya membuat sang istri sedih bukan kepalang.
Penulis: M. Ardiansyah |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dodi yang tewas dengan luka tusuk di sekujur tubuhnya membuat sang istri sedih bukan kepalang.
Keluarga mengetahui Dodi tewas setelah mendapat informasi dari pihak kepolisian.
Yuli, tak kuasa menahan tangis ketika datang ke RS Bhayangkara Palembang.
Ditemani orangtuanya, Yuli hanya bisa menangis mengetahui sang suami sudah tak bernyawa.
"Orangnya tidak pernah terbuka, meski sama aku. Jadi, ada masalah diluar atau tidak, aku juga tidak tahu," ujar Yuli sambil menangis.
Menurut Yuli, ia tidak mengetahui suaminya keluar rumah. Karena, saat itu ia bersama kedua anaknya berada di kamar.
Sehingga, ia tidak mengetahui bila suaminya keluar rumah.
"Pergi saja, tidak ngomong. Tahunya dapat kabar sudah seperti ini," ungkapnya.
Sedangkan ibu korban, Rita (45) mengungkapkan bila anak dikenal tidak banyak ulah.
"Orangnya pendiam. Kalau sama orang tua sopan. Kami sangat kaget mendapat kabar dari istrinya kalau anak pertama aku itu ditusuk orang," ungkapnya.
Sang ibu mengungkapkan dirinya terakhir bertemu dengan korban saat Idul Fitri lalu.
Sama sekali tidak ada firasat bila kejadian ini bisa menimpa anaknya.
"Dia makan tekwan dan sempat komentar kalau masakan aku tidak enak. Padahal selama ini, dia tidak pernah memberikan komentar apa pun yang aku masak," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya Dodi Saputra (26), warga Jalan Remipa RT 18 RW 03, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang tewas dengan tubuh bersimbah darah di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Kemas I, Kelurahan Kuto Batu Ilir, Kecamatan IT II Palembang, Jumat (29/5/2020) sekira pukul 05.30 WIB.
Menurut temannya, Herman (37) yang juga warga Jalan Remipa RT 19 RW 04, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang, mereka datang ke warung kopi milik Sukri tidak jauh dari lokasi.