PSBB di Prabumulih

PSBB Prabumulih Dimulai 26 Mei, Gubernur Herman Deru : Saya Tak Mau Dengar Ada Masyarakat Kelaparan

dengan situasi saat ini terjadi sangat sulit untuk mengetahui sampai kapan pandemi yang menimbulkan dampak ke berbagai sektor ini akan berakhir.

TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Gubernur Sumsel ketika melakukan kunjungan ke kota Prabumulih menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diterapkan pada tanggal 26 Mei 2020 mendatang. Gubernur sendiri didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan beserta jajaran lainnya. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru memuji upaya seluruh jajaran pemerintah kota Prabumulih dan Forkopimda yang dinilai berhasil terus menekan peningkatan penyebaran wabah pandemi virus corona.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumsel ketika melakukan kunjungan ke kota Prabumulih menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diterapkan pada tanggal 26 Mei 2020 mendatang.

Gubernur sendiri didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan beserta jajaran lainnya.

PSBB Palembang-Prabumulih: Herman Deru Pastikan Pasokan Sayuran dari Pagaralam Aman

"Saya lihat keseriusan Walikota dan Forkopimda begitu luar biasa, hampir dibilang 99 persen sudah menggunakan masker, nah ini adalah salah satu manfaat dari PSBB. Kami apresiasi Prabumulih ini, dulu dirangking dua setelah Palembang sekarang tidak ada peningkatan signifikan," kata Deru dalam sambutannya di pendopoan di rumah dinas Walikota Prabumulih, pada Kamis (21/5/2020) sore.

Namun Deru menjelaskan, dengan situasi saat ini terjadi sangat sulit untuk mengetahui sampai kapan pandemi yang menimbulkan dampak ke berbagai sektor ini akan berakhir.

"Dengan kondisi begini kita tentu mementingkan kesehatan, tapi kita tidak boleh meninggalkan dimensi ekonomi. Prabumulih adalah kota dagang, Produktifitasnya harus tetap berjalan maka dari situ kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan," harapnya.

Gubernur bahkan menegaskan, dirinya tidak mau mendengar adanya warga kota Prabumulih yang kelaparan selama PSBB diterapkan di Bumi Seinggok Sepemunyian tersebut.

Gubernur HD Imbau Kepala Daerah Waspada Masyarakat Cak Cak Miskin di Tengah Covid-19

"Saya tidak mau mendengar ada masyarakat Prabumulih kelaparan karena PSBB berlangsung. Untuk bantuan sembako lakukan saja tak perlu ragu yang penting penerima bantuan ada. Tidak boleh itu adalah barang keluar dari gudang tapi penerima tidak ada dan tanda terima tidak ada," tegasnya seraya mengatakan meakit pemerintah telah bekerjasama dengan Polres, Kejari, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) namun tetap harus memperhatikan aturan yang ada.

Sementara itu, Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya mengungkapkan, pihaknya akan terus berupaya melakukan penekanan terhadap penyebaran virus corona di Bumi Seinggok Sepemunyian.

"Berbagai upaya telah kami lakukan mulai dari penyemprotan disinfektan lebih dari 5 kali di seluruh penjuru Prabumulih, pembagian puluhan ribu masker, pembagian sembako dari rumah ke rumah tahap 1 dan tahap 2 serta mengadakan 2 ribu rapid test dan alhamdulilah efeknya terjadi penurunan jumlah penderita corona," jelas Ridho.

Ridho mengungkapkan, semua upaya yang dilakukan pihaknya bersama seluruh jajaran forkopimda tidak akan berhasil dan tidak akan maksimal jika seluruh masyarakat tidak mendukung.

"Untuk itu kami harapkan dukungan semua pihak khususnya masyarakat kota Prabumulih agar pandemi ini segera berakhir," harapnya seraya tetap mengimbau masyarakat agar mengunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak dan lainnya. (eds)

Penulis: Edison
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved