PSBB Prabumulih

PSBB di Prabumulih Tetap Setelah Lebaran Tanggal 26 Mei, Ini Skenario Pengawasannya

Pemerintah Kota Prabumulih tetap akan memulai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 26 Mei, pukul 24.00

TRibun Sumsel/ Edison
Staf Ahli Pemkot Prabumulih, Drs Mulyadi Musa MM bersama jajaran dan kepolisian ketika meninjau lokasi pendirian pos, Selasa (19/5/2020) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Pemerintah Kota Prabumulih tetap akan memulai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 26 Mei, pukul 24.00.

Sebelum penerapan PSBB Pemkot Prabumulih terlebih dahulu melakukan sosialisasi, pendirian pos check point dan memcoba rekayasa lalulintas kendaraan luar Prabumulih yang dialihkan melalui Jalan Lingkar Timur.

Hal itu diungkapkan Staf Ahli Pemkot Prabumulih, Mulyadi Musa ketika diwawancarai wartawan, Selasa (19/5/2020).

"Kita akan melakukan masa sosialisasi sebelum Tmt 26 Mei, persiapan pemasangan pos-pos check point, rekayasa lalulintas juga persiapan sarana dan prasarana," imbuhnya.

Kasus Positif Corona di Sumsel Meningkat Signifikan, Ini Penjelasan Gubernur Herman Deru

Pria yang sebelumnya Kabag Tapem dan Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Prabumulih itu menuturkan, saat ini pihaknya juga sedang menunggu Peraturan Walikota (Perwako) yang telah disampaikan ke Pemerintah Provinsi Sumsel.

Dalam kesempatan itu, Mulyadi mengatakan mengaku dalam rangka penerapan PSBB kota di wilayah Prabumulih, pemerintah kota Prabumulih telah menyiapkan 14 posko penyekatan perbatasan dan pos desa serta kelurahan.

"Ada 3 pos diantaranya dibangun di daerah rawan dan padat penduduk yakni yakni Pos Patung Kuda, Pos Prabujaya dan Pos Bawah Kemang dan 37 pos Desa maupun kelurahan," tuturnya.

Sebanyak 14 pos tersebut khususnya yang rawan dan padat penduduk akan dijaga personil gabungan baik dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub dan Dinkes maupun lainnya.

"Para petugas akan standby 24 jam dengan 3 shift secara bergantian. Untuk di 37 pos Desa dan kelurahan dijaga oleh Babinsa, Babinkamtibmas, perangkat Desa atau kelurahan, Linmas dan karang taruna," lanjutnya.

Tugas para personel yang menjaga pos kata Mulyadi yakni melakukan pengecekan dan penyemprotan cairan disinfektan terhadap seluruh kendaraan yang masuk ke kota Prabumulih.

Bertambah 2, Total Kasus Meninggal Akibat Corona di Sumsel 18 Orang

"Jadi semua yang lewat harus diperiksa dan disemprot disinfektan," katanya seraya mengatakan tidak ada pandang bulu karena untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Disinggung bagaimana dengan warga luar daerah yang bekerja di Prabumulih apakah masih bisa masuk, mantan Kabag Hukum Protokol Pemkot Prabumulih itu mengaku bagi warga tersebut harus melampirkan surat tugas dari instansinya masing-masing.

"Selain itu juga harus melampirkan surat keterangan sehat dari dokter ketika diperiksa petugas di pos," tambahnya

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved