Pria 50 Tahun di Lubuklinggau Setubuhi Bocah di 3 Tempat Berbeda, Pertama di Belakang Kantor Lurah
Laki-laki berprofesi sebagai pedagang ini diduga telah tiga kali menyetubuhi bocah usia 13 tahun di tiga tempat yang berbeda.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Weni Wahyuny
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Juliadi alias Joke (50 tahun) diamankan polisi karena diduga telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
Laki-laki berprofesi sebagai pedagang ini diduga telah tiga kali menyetubuhi bocah usia 13 tahun di tiga tempat yang berbeda.
Aksi bejat warga Jl Teladan RT 01, Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau ini terungkap setelah kakak korban melapor ke polisi.
• Transmisi Lokal Bertambah di Kecamatan Mesuji, Anggota DPRD OKI: Segera Lakukan Lockdown Desa
• Kasus Positif Corona di Palembang Bertambah 73 Orang, PSBB Masih Lama, Catat yang Perlu Dilakukan !
Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa melalui Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan mengatakan, kejadiannya bermula Senin (11/5/2020) lalu, pelapor mendapatkan telpon dari kakaknya untuk mengajak ke rumah.
"Saat sampai dirumah kakak korban pelapor diberi tahu, kalau adik mereka telah disetubuhi sama orang," ungkap Alex pada wartawan, Jumat (15/5/2020).
Akhirnya keluarga langsung musyawarah, setelah melakukan musyawarah disepakati untuk melapor ke Polres Lubuklinggau.
“Kejadian persetubuhan terakhir dilakukan pelaku pada hari Minggu (10/5/2020) sekira pukul 14.00 WIB di rumahnya,” tambahnya.
Setelah mendapat laporan korban, anggota Satreskrim Polres Lubuklinggau Kamis (14/5/2020) kemarin sekira pukul 12.30, pelaku berhasil diamankan di Unit PPA Polres Lubuklinggau di rumahnya.
• Beredar Kabar Nakes RS Muhammadiyah Palembang Banyak Terjangkit Covid-19, Ini Kata Pihak Rumah Sakit
• Bertambah 3 Orang Positif Corona di Lubuklinggau, Ketiganya Disebut Dari Klaster Rumah Bersalin
"Setelah dilakukan BAP dan tersangka mengakui melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak tiga kali di tempat yang berbeda-beda," terangnya.
Berdasarkan keterangan pelaku satu kali dilakukannya di belakang kantor Lurah, satu kali di belakang Puskesmas dan satu kali di rumah korban.

"Korban merupakan anak putus sekolah, memang selama ini tinggal di rumah terkadang sendirian sebabnya orang tua merantau bekerja," ujarnya. (Joy)