Berita Pagaralam

Banjir Bandang di Pagaralam Rusak Puluhan Bidang Sawah

Banjir Bandang terjadi di Kelurahan Padang Temu dan Jangga, Kota Pagarala, Sumsel, Kamis (14/5/2020) malam

Sripo/ Wawan Septiawan
Tampak lahan sawah milik warga dua Desa yaitu Desa Talang Sawah dan Desa Jangga yang rusak akibat banjir bandang, Jumat (15/5/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Banjir bandang terjadi di Kelurahan Padang Temu dan Jangga, Kota Pagarala, Sumsel, Kamis (14/5/2020) malam.

Akibatnya puluhan bidang sawah milik warga dua desa di kelurahan itu rusak.

Banjir bandang tersebut akibat luapan air dari Sungai Ataghan Selangis.

Lahan tanaman padi yang baru saja ditanam oleh warga rusak dan tertimbun material batu dan pasir akibat air sungai naik dan masuk ke lahan sawah dan cabai warga.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Jumat (15/5/2020) menyebutkan, memang banjir bandang dikawasan tersebut sering terjadi.

Bahkan saat musim hujan lebat memang sering terjadi. Bahkan setiap tahun selalu saja terjadi.

Namun kejadian kali ini cukup besar hingga membuat lahan pertanian milik warga dua desa rusak akibat banjir bandang tersebut.

Seorang warga setempat Arie (35) mengatakan, bahwa kejadian Banjir Bandang tersebut terjadi tadi malam.

Hal ini akibat hujan lebat yang menguyur kawasan Kota Pagaralam.

"Kejadiannya tadi malam pak. Banjir Bandang ini akibat debet air Sungai Ataghan Selangis yang melintasi areal pertanian warga dua Desa yaitu Jangga dan Talang Sawah," ujarnya.

Akibat kejadian ini warga dipastikan akan merugi, pasalnya tanaman padi dan Cabai yang ada rusak karena tertimbun material banjir.

"Kalau rugi sudah pasti pak. Karena memang lahannya ini sudah ditanami padi dan Cabai. Namun mau gimana lagi sudah terjadi. Kejadian ini sudah dicek langsung oleh pihak kelurahan," ungkapnya.

Dian (30) warga yang sama mengatakan, bahwa memang lokasi pertanian ini lokasinya tepat disamping sungai Selangis. Jadi memang rawan kena banjir bandang.

"Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi agar kejadian ini tidak lagi terjadi. Pasalnya lahan ini menjadi lokasi pertanian warga setempat," harapnya. (SP/ Wawan Septiawan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved